SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Potensi Datangkan Penyakit Usai Banjir, Masyarakat Malaka Di Hebohkan Bangkai Ternak Berserakan

Prabumedia, Malaka – Selama sepekan terakhir’ cuaca ekstrim akibat siklon Tropis Seroja telah di rasakan di daerah Indonesia’ pada khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat ( NTB) mengalami dampak paling besar.

Kejadian tersebut memicu terjadinya banjir dan longsor di kedua wilayah itu. Korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, hingga Rabu (7/4/2021) pukul 20.00 WIB korban meninggal dunia mencapai 138 jiwa dan 70 orang hilang.

Selain Manusia hewan peliharaan juga ikut mati berserakan di salah satu kabupaten yaitu Kabupaten Malaka Kecamatan Malaka Tengah Desa Bereliku’. (06/04/2021).

Roy Tei Seran (Foto Tangkapan Layar Video)

Sesuai pantauan media di berbagai group Media Sosial, Instragram’ Twiter’ Whatsapp’ dan Facebook’ beredar video dan pernyataan dari sala satu pemuda Milenial Pecinta Malaka ‘ yang dikenal dengan nama Roy Tei Seran (RTS) menyatakan bahwa keprihatinan kepada warga setempat terkait terdamparnya bangkai hewan peliharaan di pinggir jalan yang akan membawa dampak buruk bagi masyarakat setempat.

Menurutnya bila tidak segera di evakuasi secara cepat oleh Pemda akan membawa virus penyakit baru karena keadaan ternak tersebut sudah bau busuk. ‘ ungkap pemuda Yang di juluki samaran RTS itu.

“Merdeka salam RTS jumpa lagi dengan kita Milenial Pecinta Malaka sedang dalam jalan menuju ke lokasi bencana ini di jalan nampak sapi-sapi Yang mati dan bau busuk kepunyaan warga ada puluhan ekor bahkan ratusan di sekitar wilayah Desa Bereliku ini kita baru di tengah perjalanan jadi kondisi jalannya juga para ini lubang-lubang semua warga-warga rumanya sementara sedang di bersihkan karena air sudah mulai surut tetapi kasian warga Yang kehhilangan ternak dan lain-lain’ tetapi puji Tuhan warga masih bisa di selamatkan sejauh ini kita akan melakukan perjalanan lebih lanjut terimakasih Tuhan memberkati.’ ungkap RTS .

Kejadian tersebut membuat masyarakat semakin panik dan rasa takut’ sebab selain persiapan untuk membersihkan rumah’ mereka masih di sibukkan dengan sejumlah ternak yang mati terpapar begitu saja.

Sala satu warga Desa tersebut sempat menyampaikan permohonan uluran bantuan dari pemerintah setempat : ” Mohon kepada pemerintah maupun pemerhati masalah kesehatan lingkungan’ agar segera mengambil tindakan nyata agar mengubur binatang piaraan warga yang telah mati berserakan di lokasi banjir ( perumahan warga terdampak).Binatang yang mati mulai membusuk’ mengubur bangkai hwwan adalah antisipasi agar terhindar dari penyakit’ apalagi saat ini kita masih di landai oleh pandemi covid-19 yang mendunia’ ungkapnya.

Reporter Prabumedia : Damian

Di Terbitkan Pada 7 April 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *