oleh

Kasus PLTU Riau 1, Aliansi Bongkar Korupsi Desak KPK Periksa Airlangga Hartarto

SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Prabumedia, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali akan di desak menuntaskan sejumlah kasus yang hingga saat ini masih belum di tuntaskan secara menyeluruh dan tuntas. Mencermati tentang perkembangan pemberantasan Korupsi oleh KPK dalam kasus korupsi Mega proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 1 memperlihatkan bahwa KPK terkesan tidak berani mengungkapkan secara serius terkait aktor-aktor yang terlibat dalam agenda kejahatan tersebut.

Hal tersebut di ungkapkan koordinator Aliansi Bongkar Korupsi (ABK) Hary Alhabibi saat di temui awak media di bilangan Cikini Jakarta Pusat, Minggu (18/04/2021).

Aliansi Bongkar Korupsi (ABK) yang merupakan gabungan sejumlah Aktivis Anti Korupsi, Mahasiswa serta organisasi dan Lembaga Anti Korupsi yang merasa prihatin dengan sejumlah kasus korupsi di Negara Republik Indonesia yang hingga saat ini masih belum tuntas di selesaikan oleh Lembaga Anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pihaknya menilai dalam penanganan kasus korupsi, Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) masih terkesan tebang pilih, Pasalnya Menurut Hary sapaan akrab Koordinator ABK hingga saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi belum memeriksa bahkan belum sekalipun memanggil untuk meminta keterangan dari Airlangga Hartarto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang sekaligus sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

“Dalam kasus PLTU Riau Hingga saat ini Airlangga Hartarto belum sekalipun di panggil KPK untuk di mintai keterangannya, Padahal nama Airlangga Hartarto disebut Eni Maulani Saragih mengetahui soal adanya upaya pengawalan yang dilakukannya terhadap PLTU Riau – 1.”Ungkap Hary.

Koordinator ABK tersebut pun memaparkan celah yang harusnya dilakukan oleh KPK jika Komisi anti rasuah tersebut jika serius menginginkan untuk menuntaskan kasus korupsi tersebut secara menyeluruh dan tuntas

“Terlebih lagi Eni sudah pernah menyebutkan upaya Pengawalan terhadap PLTU tersebut di laporkan kepada Airlangga Hartarto saat pertemuan di rumahnya dan meskipun Airlangga membantah adanya laporan terkait PLTU Riau, namun Ia Membenarkan akan adanya pertemuan tersebut di rumahnya, sehingga sudah seharusnya menjadi pintu masuk KPK untuk mendalami akan kebenaran Ucapan Eni Saragih dengan segera memeriksakan Airlangga.” Timpalnya.

Hary pun menyampaikan dengan Penangkapan Samin Tan, pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BLEM), setelah
Setahun masuk daftar pencarian orang (DPO), menjadi langkah tepat untuk Komisi Pemberantasan Korupsi untuk secara serius Mengungkap aktor-aktor lain.

Diketahui Samin Tan di tangkap penyidik KPK pada Senin (5/4) lalu di Singapura karena sebelumnya berstatus sebagai tersangka dugaan turut andil dalam perkara dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau 1. Dimana KPK sebelumnya telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu Eni Maulani Saragih, Johanes Kotjo dan Idrus Marham yang saat ini perkaranya telah berkekuatan hukum tetap.

Koordinator Aliansi Bongkar Korupsi, menambahkan, Ia bersama rekan-rekannya akan mendesak KPK untuk membuktikan ucapan Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (6/5) yang mengatakan dengan tertangkapnya Samin Tan, KPK akan menggali kemungkinan pihak-pihak lain yang terlibat.

“Kita akan mendesak KPK untuk membuktikan ucapan Deputi Penindakan KPK Karyoto yang tersebar di media bahwa KPK akan gali apakah ada pihak yang dulu misalnya ada baunya, akan kembali mencari bukti-bukti, saksi untuk menyelesaikan kasus Mega korupsi ini Secara tuntas.”Tegas Hary

Terkahir Hary menyampaikan Pihaknya akan menggelar aksi pada Rabu 21/4 besok untuk mendesak KPK membongkar tuntas kasus PLTU Riau, Menurutnya KPK harus memanggil Airlangga Hartarto untuk di ambil keterangannya terkait pertemuan Eni Saragih dirumah Airlangga Hartarto.

“Karena KPK sudah berkomitmen akan kembali mencari bukti-bukti maka Kita dari ABK akan mendesak KPK untuk segera memanggil Airlangga Hartarto untuk di ambil keterangannya. Hari Rabu besok kita akan gelar aksi di KPK untuk mendesak KPK segera memanggil Airlangga Hartarto untuk diperiksa terkait ada pertemuan di rumahnya.”Tutup Harry. (*)

Di Terbitkan Pada 3 Oktober 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed