SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Pemandangan Yang Membahagiakan Jiwa, Hamparan Sawah Bagai Hiasan

Oleh : MB

Malaka-Ku . . .

Hujan turun tak reda-reda
Amat deras tanpa jeda
Semua itu sebuah pertanda
Bahwa banjir datang melanda

Karena banjir rumah tenggelam
Merusak segala harta dan benda
Pikiran pun terasa suram
Hilang di jiwa rasa bahagia.

Malaka-Ku . . .

Rumahku terendam air
Tinggi sekali sampai di kaki
Walaupun hujan hanya sebentar
Banjir merendam area lebar

Mungkin ini ulah manusia
Yang menebang hutan dan rimba
Di mana air hendaknya disimpan
Jika tak ada pohon di dalam hutan.

“Terhampar luas lahan basa dan lahan kering di desa-desa
Warnanya kuning keemasan
Pemandangan yang membahagiakan jiwa, Hamparan sawah bagai hiasan.

Sayang sayang seribu sayang
Hujan turun tak kunjung reda
Harapan bahagia pun melayang
Air hujan merendam sawah.

Malaka Nan Elok-Ku . . .

Bencana ini sungguh menyedihkan
Bagi penduduk di pedesaan
Padi menguning ini rusak
Menyisakan kepedihan.

“Ku lewati jalan itu
Sehabis turun hujan
Air banyak menggenang
Di sepanjang tepian jalan

Beginilah setiap hujan
Air tak tertampung di selokan
Akhirnya jalan pun terendam
Membahayakan bagi pejalan

Kenapa bencana alam ini terjadi
Mungkinkah karena ulah kita (manusia)Yang sudah tak memiliki nurani,
Merusak alam tanpa rasa berdosa ?

Sabtu, 18 april 2021

Di Terbitkan Pada 18 April 2021 by Prabu Media

Tentang Penulis: Prabu Media

Gambar Gravatar
TAJAM DAN TERPERCAYA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *