SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Ulah Perusahaan Tambang Batubara, Warga Muara Maung Menyerbu DLH Kab. Lahat

Aktivis Anak Padi mendatangkan DLH Kab. Lahat

PRABUMEDIA, LAHAT – Sejumlah Perwakilan Warga Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat, pada Rabu, (21/4/2021).

Kehadiran mereka bertujuan untuk menanyakan soal janji dari pihak Dinas Lingkungan Hidup, sekali pun langsung menemui Komisi Penilaian Amdal (KPA) Edi Suroso.

“Kami datang kesini dengan perwakilan warga mempertanyakan janji dari Edi Suroso kepada kami terkait dampak lingkungan lahan warga ada 36 KK yang hingga kini belum ada kompetisi akibat sejumlah lahan milik warga yang terendam diduga limbah dari hulu sehingga sungai Kungkilan berdampak hitam pekat ujar”, demikian ucap aktivis Anak Padi Sahwan, kepada awak media usai bertemu dengan Komisi Penilaian Amdal Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat.

Sahwan menuturkan bahwa puluhan hektar lahan milik warga Desa Muara Maung terendam lumpur dari perusahaan pertambangan batubara PT. MAS, PT. BME, PT. BAU dan PT.

“Kemudian, DLH Lahat melalui Pak Edi Suroso menjelaskan kepada warga yang tadi diterima diruang kerjanya, menguraikan bahwa Minggu depan berjanji akan dipanggil pihak PT.MAS, PT. BAU, PT. BME dan PT. KKA”, pungkas Sahwan.

Sahwan sempat kecewa kepada pak Edi Suroso saat diminta hasil indentifikasi yang selama ini ditunggu warga, ternyata tidak bisa memberikan dari hasil indentifikasi menurut dia ini rahasia ujar.

“Dari hasil pertemuan dengan Komisi Penilaian Amdal pak Edi Suroso belum ada titik terang dan rencananya akan melaporkan kepihak Gakum Sumsel ucap”, ujar Sahwan.

Masih sambung Sahwan, ada sebagian warga sudah dibayar oleh pihak PT. BAU selaku mewakili pihak perusahaan yaitu ( PT. MAS, PT. BME dan PT. KKA), dan juga warga langsung mengambil uang dari pihak PT. BAU sekitar ada 10 KK dengan nilai bayaran mulai 1 juta hingga Rp 6 Juta.

“Yang masih bertahan ada 36 KK kini masih berjuang hak mereka didampingi Anak Padi”, terangya.

Salah satu warga desa Muara Maung Gunawan yang ikut mendatangi kantor DLH bersama warga ditemui wartawan ia mengungkapkan bahwa lahan miliknya lebih kurang 1 hektar ada tamanam tumbuh seperti sawah ditanami padi, kini mati dan gagal panen, dan rusak akibat aliran lumpur dari perusahaan pertambangan batubara yang ada dihulu, “belum lagi tanaman jeruk, duren rusak akibat direndam lumpur bercampur limbah”.

“Saat itu saya minta ganti rugi Rp 50 juta namun hingga kini belum ada ganti rugi oleh perusahaan tambang batubara yang melakukan exploitasi”, ungkap Gunawan.

Penulis : Bambang.MD/toni

Di Terbitkan Pada 21 April 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed