SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Pentingnya Lingkungan ‘Pendidikan’ Bagi Masyarakat


Penulis: Aldi Jemadut

Melalui lingkungan pendidikan manusia dapat mengetahui apa yang sebelumnya tidak diketahui. Disini manusia mulai mencari tahu apa arti dari sesuatu dan apa tujuan ia mencari sesuatu tersebut. Untuk mendapat hal-hal tersebut manusia berupaya untuk mencari sebuah pengetahuan lewat lingkungan pendidikan, baik di sekolah, keluarga maupun di masyarakat luas. Dan melalui lingkungan pendidikan ini manusia mampu merekayasa hidupnya, bahkan lingkungannya. Pendidikan pun mengubah seorang individu, masyarakat, bahkan bangsa menjadi lebih baik. Pendidikan sangat di butuhkan setiap manusia ataupun kalayak masyarakat. Pendidikan sebuah sistem terbuka dan dapat membenah perubahan serta menjemput sesuatu yang harus di ketahui. Dan telah begitu banyak yang terjadi pada era sekarang, yang diamana pendidikan itu merupakan sebuah garda terdepan dalam mencapai cita-cita dari seorang. Dalam hal ini juga, manusia memiliki sebuah gagasan atau ide yang tepat dalam membangung imajinasi atau pikiran yang efektif dalam menjemput kemerdekaan. Gagasan tersebut bisa dinyatakan yaitu di mana individu atau manusia memiliki sebuah tujuan pendidikan yang dapat merangsang dan memandu proses tumbuh kembangnya daya pikir atau nalar. Dari hal inilah, dapat dikatakan bahwa pendidik haruslah menjadi insane utama yang hidup dengan pemikiran yang hidup pula. Dalam pendidikan ini pula seseorang memprotes tentang pengetahuan yang mati atau tidak hidup. Dalam arti pengetahuan itu sulit untuk di kembangkan karena tidak mendukung oleh fasilitasi yang di perlu dalam mencapai sebuah pendidikan yang memadai dan efisen. Disini kita mempelajari bahwa lingkungan pendidikan itu sangat penting dalam menunjang dan mejemput kemerdekaan diri.

PENGERTIAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN

“Education is a process of training and instruction, esp of children and young people in schools, colleges, ets, which is designed to give knowledge and develop skills”

Lingkungan Pendidikan adalah Tempat sebagai suatu proses pelatihan dan pengajaran, terutama diperuntukan kepada anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua, baik disekolah, keluarga maupun dimasyarakat, dengan tujuan memberikan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan-keterampilan. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia online, pendidikan diartikan sebagai proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan. Hal ini merupakan sebuah dasar dalam mengembangkan pendidikan yang terjadi di sekolah, keluarga maupun masyarakat. Yang paling penting dan utama adalah pengajaran dan pelatihan dalam mencapai kedewasaan berpikir, serta mampu memerdekakan diri dari unsur ketidaktahuan. Pendidikan ini bersifat absolut apabila manusia atau orang yang sebagai mediatornya dapat memahami maksud dan tujuan dari adanya pendidikan. Manusia pun berusaha dan berupaya untuk menerjunkan diri dalam mencari tahu tentang seseuatu lewat sebuah pendidikan yang ada. Disini manusia tidak sekedar memplajari tentang pengetahuan yang ada melainkan mempraktekan diri dalam mengembangkan pengetahuan tersebut lewat terjun langsung ke lapangan. Seseorang yang memiliki pengetahuan yang banyak dengan mudah ia dapat mewujudkan sesuatu yang ia capai. Karena apa yang dia dapat, otomatis dia mampu mengembangkan pengetahuannya lewat pendidikan yang dia pelajari. Maka hal ini pendidikan sangat begitu manfaat dalam mendapat pengetahuan yang baru. Disini pengertian dari pendidikan pun harusdipastikan sesuai dengan aturan pendidikan yaitu dimana pendidikan itu merupakan sebuah perkembangan yang bersifat moral yang artinya melibatkan nilai-nilai dan norma yang terlibatbaik di sekolah, keluarga maupun masyarakat.

PENTINGNYA PENDIDIKAN

Perlu kita menyadari bahwa pendidikan begitu sangat penting dalam mengembangkan prilaku dan intelek yang harus structural. Seseorang yang mampu berpikir jernih itu berangkat dari sebuah pembelajran yang dimana segala materi dan metode yang dipelajari sangat penting dan sempurna. Pendidikan begitu penting apabila dapat dipahami dan mengerti serta mampu mengetahui segala maksud dan tujuan dari pembelajaran tersebut. Dan dalam pentingnya lingkungan pendidikan ini, atas dorongan dari berbagai pihak guna untuk mendukung segala hal yang bersifat aktual dan absolut. Dan kehidupan masyarakat Indonesia, pendidikan itu satu- satunya hal yang sangat penting dan harus dipelajari serta dikembangkan dari berbagai catatan materi.

Pendidikan adalah salah satu yang harus diterapi oleh setiap orang tanpa memandangstatus baik anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua. Dalam hal ini pendidikan sangat wajibuntuk dipelajari oleh setiap orang, sebab dapat membawa pada puncak pemikiran yang jernihserta bertindak secara moral yang sesuai dengan nilai dan norma yang ada.

LINGKUNGAN PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT

Lingkungan pendidikan adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, hal ini memiliki kaitan erat dengan kehidupan sosial yang dimana seseorang dapat terlibat dalam sebuah pengetahuan yang bersifat membaur pada semua kalangan masyarakat. Dari hal ini pendidikan memiliki sifat yaitu sifat sosial dan sifat material. Lingkungan pendidikan secara garis besarnya dapat dibagi menjadi tiga kelompok yang disebut “Try Pusat Education”, yaitu Keluarga, Sekolah dan Masyarakat. Dan hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Langeveld bahwa yang bertanggungjawab dalam pendidikan adalah keluarga, masyarakat dan sekolah (Tirtahardjha, 2004).

a) Lingkungan Pendidikan dalam keluarga

Kelurga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi anak. Kelurga memberi sumbangan vital bagi perkembangan dan pertumbuhan mental maupun fisik dalam kehidupan seseorang. Melaui interaksi dalam keluarga, seseorang tidak hanya pandai dalam mengidentifakasi diri dengan kehidupan masyarakat dan juga alam sekitarnya. Dan pendidikan dalam keluarga dimulai sejak lahir sampai ia menutup usia. Dan keluarga sebagai lembaga pendidikan yang mempunyai peran penting dalam membentuk generasi muda. Lingungan pendidikan keluarga disebut seagai lingkungan pendidikan informal, artinya kegiatan pendidikan yang tidak diorganisasikan secara structural dan tidak mengenal sama sekali ke perjenjangan kronologis yang menurut sebuah tingkatan umum maupun tingktan keterampilan dalam berpengetahuan.

Menurut Drijakara, pendidikan secara prinsip itu sangat berlangsung dalam kehidupan keluarga. Pendidikan itu adalah tanggungjawab dari orang tua, yaitu ayah dan ibu yang merupakan figure utama dan sentral dalam mengembangan pengetahuan seseorang (anak). Ayah dan ibu sangat terlibat dalam memanusiakan, membudayakan dan menanamkan nilai-nilai terhadap seseorang. Bimbingan dan bantuan ayah dan ibu tersebut aan berakhir apabila anak menjadi dewasa, dan menjadi manusia yang sempurna dan selalu berwibawa dalam berkehidupan masyarakat.

b) Lingkungan Pendidikan dalam Sekolah.

Sekolah memegang peranan penting dalam pendidikan karena pengaruhnya sangat besar bagi kehidupan seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu disamping keluarga yang dimana sebagai pusat pendidikan. Sekolah juga memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembang dan mengasahkan kemampuan seseorang ketingkat pemikiran yang paling efetif, efisien dan sempurna. Sekolah pun mempunyai tugas dan fungsi dalam mengembangkan pembentukan keperibadian seseorang. Artinya sekolah melanjutkan pendidikan dari keluarga dengan guru sebagai pengganti dari orang tua yang harus ditaati. Pendidikan disekolah biasanya disebut sebagai sebagai pendidikan formal yang artinya pendidikan tersebut mempunyai dasar, tujuan, isi, metode, dan alat-alat yang disusun secara eksplisit dan secara sistematis. Sekolah mendidik seseorang mulai dari usia masuk sekolah sampai keluar sekolah dengan pendidikannya yang mempunyai kompetensi khusus dalam mengembangkan daya pikir seseorang. Dan sistem sekolah sebagai pendidikan yang foprmal harus dirancang sedemikian mungkin agar lebih efektif dan lebih efisien, yaitu bersifat klasikal dan berjenjang. Sistem klasikal memungkinkan seseorang untuk belajar bersama dan dipimpin oleh seseorang atau beberapa guru sebagai fasilitator.

c) Lingkungan pendidikan dalam Masyarakat.

Seperti apa yang dijelaskan pada sebelumnya bahwa pengembangan intelek seseorang itu berlangsung dari tiga lingkungan, yaitu: keluarga, sekolah dan asyarakat. Masyarakat mencakup sekelompok orang yang berinteraksi antar sesamanya, dan saling bergantungan dan terikat oleh nilai dan norma yang dipatuhi oleh masyarakat tersebut. Pendidikan dimasayarakat di sebut sebagai pendidikan non formal. Karena masih tergantung pada nilai dan norma yang harus patuh di taati. Masyarakat dikatakan sebagai kesatuan hidup karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Ada interaksi antara warganya
  2. Pola tingkah laku warganya di atur oleh adat, nilai dan norma yang
    berlaku
  3. Ada rasa identitas yang kuat dan erat dalam meningat tali kesatuan baik

kesatuan ada maupun identitas dan rasa loyalitas terhadap kelompoknya yang merupakan pangkal dari perasaan bagsa sebagai patriotism, jiwa korps dan kesetiakawanan.

Dan menurut Tirtarahadja dan La Sulo, bahwa masyarakat dengan pendidikan itu memiliki kaitan yang erat, dan dpat ditinjau dari tiga aspek yaitu:
  1. Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dikembangkan maupun yang tidak dikembangkan.
  2. Lembaga-lembaga kemasyarakatan baik langsung maupun tidak langsung mempunyai peran dan fungsi dalam pendidikan.
  3. Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, bai yang dirancang maupun yang dimanfaatkan.

Dan di lingkungan masyarakat, setiap orang akan memperoleh pengalaman tentang berbagai hal misalnya tentang lingkungan alam, tentang hubungan sosial, politik kebudayaan dan sebagainya. Oleh karena itu di lingkungan masyarakat, setiap orang akan memperoleh pengaruh yang sifatnya mendidik dari orang-orang yang ada disekitarnya, baik dari teman sebaya maupun dari orang dewasa melalui interaksi sosial.

PENDIDIKAN MENURUT KI HAJAR DEWANTARA

KI Hajar Dewantara berkeyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan untuk membebaskan individu terjajah menjadi manusia merdeka, utuh dan bahagia, baik secara batin, intelektualitas maupun karakter. Dan hal berkaitan dengan jiwa-jiwa yang utuh dalam mencapai kemerdekaan berpikir dengan berpendidikan agar itu semua mudah terwujud. Berdasarkan pada buku Mudyahardjo (2014), perjuangan yang dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara dalam memperjuangkan kemerdekaan secara umum, dan pendidikan nasional secara khusus, sangatlah panjang dan berliku.

Ki Hajar ini adalah seorang yang sangat penting dalam mencetus tentang pendidikan terutama yang berkaitan dengan pendidikan di Indonesia. Karna ia berpikir bahwa pendidikan di Indonesia merupakan sebuah penunjang dalam kemajuan taraf berpikir anak atau peserta pendidik. Hal ini pun telah di rekapitulasi oleh setiap kalangan yang ada di Negeri ini. Dan menurutnya, pendidikan itu merupakan sebuah penunjang dalam memajukan perkembangan intelektual ke taraf yang begitu kritis dan dapat mencakupi seluruh wilayah internasional. Pemerintah hendaknya memperhatikan khusus tentang hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan, seperti taman baca dan lain-lain. Disini pemerintah sangat berperan aktif dan penting dalam menjerat keberadaan pendidikan nasional supaya dapat bersaing dengan pendidikan internasional.

Adapun begitu banyak tujuan pendidikan yang dimana berkaitan dengan Perguruan Nasional Taman Siswa. Dalam tujuan ini pemerintah sebagai motor atau penggerak utama dalam memajukan pendidikan ini agar anak atau peserta dapat bersaing dengan dunia luar terutama berkaitan dengan pendidikan. Ada beberapa hal yang dimana sebagai tujuan utama dalam pendidikan Perguruan Nasional:

a. Kecakapan pancaindra
b. Ketajaman berpikir
c. Kejernihan berperasaan
d. Kemantapan dan kuatnya kemauan dan tenaga
e. Keluhuran budi pekerti.
Atas hal inilah Ki Hajar berupaya untuk memajukan pendidikan baik pendidikan nasional maupun pendidikan internasional yang ada di Indonesia.

TUJUAN PENDIDIKAN

Manusia adalah mahluk yang terus berkembang baik secara jasmani maupun rohani. Perkemabangan yang dimaksud disini adalah bukan sebuah perkembangan yang bersifat proses alamiah, melainkan membutuh sebuah bimbingan yang khusus yang bertujuan untuk mengolah imajinasi yang berintelektualitas, agar mampu membentuk sebuah pendidikan yang majemuk dan efektif. Pendidikan pada dasarnya adalah membentuk suatu proses, yaitu proses untuk pendewasaan seseorang. Hal ini berkaitan dengan terlibatnya disiplin ilmu yang dapat mengembangkan daya pikir peserta atau anak yang ingin berpendidikan dalam kehidupannya. Selama manusia untuk berusaha dalam meningkatkan kehidupannya, baik dalam bentuk peningkatan maupun dalam bentuk pengembangan pengetahuan, kepribadian maupunketerampilannya yang secara sadar ataupun secara non sadar. Maka dari hal ini pendidikan itu harus dikembangkan baik dalam kehidupan masyarakat maupun dalam kehidupan pribadi. Dan berdasarkan ruang lingkup dan kecakupan yang begitu luas, maka pendikan memiliki beberapa tujuan baik yang bertujuan umum maupun yang bertujuan khusus.

1. Tujuan umum.

Tujuan umum adalah sebuah tujuan akhir yang akan dicapai oleh peserta atau seseorang melalui pendidikan, yaitu kedewasaan dalam pelbagai aspek: jasmani, rohani, intelektual, sosial, estetis, dan religius. Dalam tujuan umum ini, peserta harus mampu dalam semua kegiatan pendidikan yang tertuju pada sebuah kedewasaan agar tujuanumum ini tercapai dengan efektif.

2. Tujuan khusus

Tujuan khusus merupakan sebuah tujuan yang berkaitan dengan pengkhususn dari tujuan umum. Dalam hal ini kita harus tahu bahwa tujuan umum dari pendidikan adalah kedewasaan. Kedewasaan ini sifatnya masih general. Dan begitu banyak faktor yang membentuk kedewasaan, sehingga dapat dikatakan tujuan khusus dari pendidikan dan mencakup dari segi-segi tertentu. Dan pengkhususan ini memiliki tujuan yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan situasi tertentu, misalnya disesuaikan dengan:

a) Cita-cita pembangunan suatu masyarakat/bangsa
b) Tugas suatu lembaga atau pendidikan
c) Bakat dan kemampuan anak didik
d) Kesanggupan yang ada pada pendidik
e) Tinkat pendidikan dan sebagainya.
Dari beberapa hal diatas yang dimana sangat mendorong dalam kehidupan pendidikanbagi masyarakat.

Pendidikan adalah sebuah proses dalam membentuk dan membina individu untuk menjadi pribadi yang baik melalui bimbingan-bimbingan dan latihan-latihan yang difasilitasi oleh seorang pendidik. Pendidikan begitu sangat penting bagi setiap kalangan masyarakat. Pendidikan ini sangat berpengaruh bagi kehidupan terutama dalam memwujudkan kemerdekaan berpikir, dan menujangnya pengetahuan yang efektif. Pendidikan ini mencakup segala pengalaman belajar kita yang berlangsung dalam lingkungan hidup baik yang sudah dikondisikan maupun tidak. Disini kita mengetahui bahwa begitu penting peran dari setiap kalangan, terutama lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Dan pendidikan ini sangat berlaku untuk seumur hidup dan pada saat-saat tertentu, yang terjadi dalam lingkunagan sekolah,

keluarga dan masyarakat. Sekarang pendidikan memainkan peranan yang sangat penting, baik untuk keberlangsungan individu, keluarga, masyarakat maupun negara. Dan disini pemerintah harus memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dalam memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan. Pemerintah pun berusaha dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan manusia.

Di Terbitkan Pada 2 Mei 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *