SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Kades Wesey Malaka, Dianggap Tidak Layak Membantu Warga Soal Air Bersih

PRABUMEDIA, MALAKA – Hal ini mengungkapkan cerderungnya masyarakat Desa Wesey, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, tanggapan masyarkat untuk “Darius Bria” Kades Wesey, harus tanggup jawab atas macetnya program air bersih Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), rabu (3/5/21).

Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank dunia, program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.

Antusias Warga berharap program program PAMSIMAS yang didatangkan oleh Kades Wesey, akan dinikmati masyarakat Desa namun nyatanya program air bersih itu macet. Sampai sekarang benar-benar tidak tersentuh oleh masyarakat Desa Wesey.

Berita ini sudah diturunkan sejak (28/3) dalam pantauan awak media konteksnya keluhan masyarakat Desa Wesey terkait macetnya program PAMSIMAS sampai hari ini masih saja dipertanyakan warga, kapan datangnya air bersih ini!

Apakah program air bersih PAMSIMAS di Desa Wesey ini hanya sebuah pameran publik, lagi-lagi warga pertanyakan itu?

Kembali awak media ini temui sala satu warga inisial HH Desa Wesey, Dusun Laen Nain, mengatakan bahwa program PAMSIMAS ini sangat bagus dan membantu ketersediaan air bersih ungkapnya.

Sesuai dengan pengamatan kami warga di desa Wesey sediri, kami melihat bahwa seolah-olah Kades Wesey menganggap ini adalah sampel saja untuk kami tahu bahwa program kerjanya berjalan sesuai dengan RAB pemerintah desa

Sangat disayangkan, hadirnya program PAMSIMAS ini yang kami harapkan tidak dapat dimanfaatkan oleh kami warga desa sendiri, ditamba lagi fungsi kontrol air tersebut minim
harusnya Kades itu transparansi, terbuka untuk kami masyarakat Desa ada apa?

“Program PAMSIMAS didatangkan sejak tahun 2019 hingga tahun 2021”

Saat pelaksanaan program PAMSIMAS kami sebagai masyarakat juga mengumpulkan uang per KK sebesar Rp.100.000 sebagai bentuk Swadaya program tsb

Hal ini sangat mengecewakan kami masyarkat Desa Wesey, karena yang saya tahu bahwa suatu pelaksanaan program oleh kepala wilayah sendiri tentunya harus ada nilai plus untuk masyarakatnya, agar dapat menikmatinya atau jangan sampai sebagai penerima karena sudah bantuan air bersih, beber HH

“Harusnya sebagai Kades tentu lebih cermat dan transparansi kepada kami masyarakat kecil yang ada di Desa sehingga kami tahu guna program air bersih yang didatangkan ini kendalanya apa”, tambahnya.

Diakhir wawancara HH katakan dirinya benar kecewa dan sangat berharap semoga Kades jangan bodohkan kami masyarakat, kami masyarakat juga bisa saja mencurigai dan dapat menduga bahwa ini adalah permainan kades untuk menguntungkan dirinya sendiri, semoga saja jabatan yang dimiliki ini tujuannya bukan untuk mencari keuntungan semata, pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, media belum berhasil konfirmasi dengan Kepala Desa Wesey. (Andre Tahu)

Di Terbitkan Pada 4 Mei 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *