SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Kisah Penduduk Yang Tinggal Dalam Batas Wilayah RI – RDTL

Perbatasan RI – RDTL di Desa Silawan

Prabumedia, Belu – Pandangan yang melihat melampaui jalur batas daratan,
tetapi langkah kaki untuk melintas kesana tersendat. Meskipun perbatasan hanya dengan sungai kecil, namun yang lebih besar adalah aturan sehingga penduduk yang tinggal di batas RI – RDTL tetap beraktivitas pada wilayahnya masing – masing.

Merujuk pada kisah diatas, Baba Manek salah satu masyarakat Desa Silawan, Kecamatan Tasi Feto Timur, Kabupaten Balu (NTT), yang di temui media ini menyampaikan bahwa, memandang kearah sebelah ingin mengukirkan jejak untuk melangkah. Namun, semuanya memikat oleh aturan yang kokoh tak retak.

Demikian diuraikan Baba Manek, pada Rabu, (05/05/2021).

Baba Manek

“Kami tinggal berbatasan langsung dengan timor leste, di sebelah kali ini sudah negara lain, tetapi hanya di wilayah kita ini tidak boleh langgar ke sebelah karena yang kita junjung tinggi adalah aturan”, ceritanya.

Dalam aktifitas sehari – hari lanjutnya, penduduk yang berada di garis batas ini tidak pernah melintas ke Negara sebelah, walaupun dilirik dengan sebelah mata tujuannya.

“Selama saya disini sebagai pak RT saya tidak pernah melihat penyeberangan ilegal, semua masuk melalui pintu batas utama PLBN mota’ain dengan melengkapi berkas sesuai ketentuan”, tutupanya.

Laporan: Ludo Asa/Prabumedia Belu

Di Terbitkan Pada 5 Mei 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed