SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Pengawasan Yang Kurang, Pengunjung Asia Heritage Pekanbaru Membludak


 

Prabumedia, Pekanbaru – Libur terakhir Minggu(16/05/21) pada lebaran ke 4 Pengunjung Asia Heritage Pekanbaru, yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Rumbai, membludak. Dan terpantau awak media pengunjung banyak melanggar prokes dengan berkerumun dan banyak tidak menggunakan masker.

Pengunjung destinasi wisata seru yang menampilkan sejumlah lokasi ikonik negara di Asia dalam satu kawasan itu kini dipenuhi wisatawan diduga berasal dari warga Kota Pekanbaru, Riau. 

Lokasi wisata ini dikabarkan dibangun pada lahan seluas 14 ha. Asia Heritage Pekanbaru dikatakan siap memberikan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjungnya.

Tetapi sangat disayangkan pengurus areal Wisata tersebut kurang mengindahkan himbauan Pemerintah dan Gugus Tugas Covid-19 Riau untuk menaati aturan protokol kesehatan. Sehingga banyak terjadi kerumunan yang sangat mengkuatirkan. 

Pantauan awak media dan konfirmasi dengan salah satu pengunjung, yang sedang mengabadikan video singkat di lokasi, seorang pengunjung yang bernama Mira dari Kota Pekanbaru berhasil dikonfirmasi, ketika di konfirmasi kenapa mereka tak mengikuti prokes covid 19 dan apakah tidak takut ? Mira menjawab dengan gampang, “Corona masih jauh”.

Sesuai Surat Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Nomor 556/DPAR-SEK/IV/2021/306 tanggal 27 April 2021 Perihal Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Destinasi Wisata sepertinya dilokasi ini telah terabaikan bahkan terkesan di acuhkan.

Intruksi Surat Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) melalui surat telegram Nomor STR/336/IV/PAM.3.2./2021 tanggal 30 April 2021 dan sehubungan dengan hal tersebut disampaikan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau untuk menutup destinasi wisata yang berada di Zona Merah dan Zona Oranye selama masa libur lebaran dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 dan sudah sepatutnya semua pengelola harus mematuhi hal ini.

“Semoga Kapolda Riau bisa membubarkan kerumunan ini segera dan melakukan tindakan tegas pada pemilik usaha wisata yang melanggar aturan tersebut dan semua tempat yang melanggar di seluruh Riau,” kata Saleh warga Rumbai, Pekanbaru.

Semoga Hal ini tidak menimbulkan kluster penyebaran Cov 19 yang baru di Pekanbaru dan Riau, karena terkesan dengan hal ini seolah Pemerintah Riau dan Kota Pekanbaru tidak perduli.

Erick Simanjuntak Riau

Di Terbitkan Pada 16 Mei 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *