SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Pembabatan Liar Hutan Adat Wemean Halibasar, Masyarakat: Sampai Sekarang Polsek Wewiku Tutup Mata

Prabumedia, Malaka – Pembabatan liar hutan adat Wemean Halibasar oleh beberapa oknum, menuai kritik terhadap pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Wewiku.

Pasalnya, sejak pembabatan hutan adat ini berlangsung, masyarakat Desa Halibasar sering bersurat ke pihak Polsek Wewiku, dengan tujuan untuk mengamankan sementara oknum – oknum itu. Namun fatalnya, dari pihak kepolisian tidak pernah mengindahkan surat tersebut. Demikian uraian yang disampaikan Yanuarius Seran Mau kepada media ini ketika konfirmasi dikediamannya pada Minggu, (17/05/2021) tepat Pukul 21 : 04 Wita.

“Seolah – oleh pihak Kepolisian tutup mata dengan tindakan tidak terpuji oleh oknum pembabat liar ini. Karena, selama ini kami selalu bersurat, tapi tidak ada sedikit pun tindakan yang ditangani oleh pihak Kepolisian”, sambungnya.

Sebernarnya, menurut Yanuarius, status hutan adat ini memiliki legalitas hukum yang jelas.

“Status hutan adat ini memiliki Instruksi perlindungan dari Pemda Belu sejak tahun 1978, kemudian ada beberapa orang juga statusnya sebagai mantan narapidana karena faktor pembabatan hutan adat ini. Lalu kenapa dari Pihak Kepolisian tidak bertindak, apakah adanya pertumpahan darah baru diinterfensi”, tanya Yanuarius.

Menurut Yanuarius, dirinya paham tentang hukum perdata. Tetapi, alangkah eloknya dari pihak Kepolisian mengamankan oknum pembabat hutan ini sambil menunggu lanjutan proses hukum perdatanya. Namun, sejauh ini harapan masyarakat pun pudar akibat kurang kontrol pihak Kepolisian terhadap masalah tersebut.

“Kami ini paham hukum perdata, tetapi seharusnya dari pihak Polisi amankan oknum itu. Karena saat ini hutan tersebut bermaslah, apalagi beberpa tempat sakralitas ritual adat yang dilindungi sesuai instruksi Pemda Belu pun dibabat habis”, jelasnya.

Masyarakat Desa Halibasar, lanjut Yanuarius, merasa kecewa dengan ulah manusia yang tidak bersahabat dengan alam tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan sikap tidak terpuji ini, karena ulah mereka tempat ritual yang sakral itu begitu lenyap total”, ujarnya.

Terpisah, ketika media konfirmasi Kapolsek Wewiku Via WhatsApp, tetapi korfirmasi belum direspon oleh Kapolsek Wewiku.

Diketahui, hingga berita ini diturunkan juga, Kapolsek Wewiku tetap belum dikonfirmasi.

Fr Tan

Di Terbitkan Pada 17 Mei 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed