SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Petugas Keamanan PT. IWIP Bersenjata Lengkap Usir Wartawan Dan LSM Gele-Gele

PRABUMEDIA, MALUT – Terkait dengan dugaan kelalaian pihak PT IWIP yang menyebabkan hilangnya nyawa salah seorang karyawan jubir di lokasi pertambangan, membuat LSM gele-gele kabupaten Halmaherah Tengah Provinsi Maluku Utara tergerak untuk mengadakan kunjungan ke PT Indonesia Weda Bay Industrial (IWIP) yang akhirnya di hadang pihak keamanan dengan persenjataan lengkap dan diusir secara paksa.

Lembaga swadaya masyrakat (LSM) Gele-Gele bersama ahli K3 dan beberapa wartawan berkunjung ke PT IWIP bertujuan menginvestigasi dan mengklarifikasi, kasus terkait dengan insiden kecelakaan salah satu karyawan PT IWIP, jubir PT IWIP, Divisi Logistik yang meninggal terlindas truck beberapa waktu lalu di lokasi perusahan dan juga kasus-kasus lain sebelumnya yang selama ini PT IWIP tutupi

Berdasarkan UUD nomor 32 tahun 2009 pasal 12, kelalaian inspeksi tambang provinsi dan PT IWIP, menyebabkan kematian, dapat di denda sebesar Rp 500,000,000 dan kurungan penjara selama satu tahun

Terkait dengan dugaan kelalaian pihak PT IWIP yang menyebabkan hilangnya nyawa salah seorang karyawan jubir di lokasi pertambangan.

LSM Gele-Gele bersama dengan lembaga investigasi k3 turun langsung ke lapangan berdasarkan persetujuan dari BKPM, via Wa kepada ketua LSM Gele-Gele,
Ketua AMPHIBI Agus Salim Tanjung (aliansi Pemerhati lingkungan Hidup dan lImbah B3) jakarta dan ketua presidium FPII (Forum Pers Independent Indonesia) Kasihati.
Sesuai surat tembusan yang dikirimkan oleh LSM GELE GELE sehari sebelum berkunjung ke PT IWIP,
LSM dan Lembaga Ahli K3 melanjutkan kajian kronologis kecelakaan Tambang yang dikategorikan Fatal dalam Undang Undang Tambang.

Dari peristiwa tersebut LMS Gele-Gele menyurati Manajer HRD perwakilan PT IWIP meminta pertemuan jering terbuka selama 3 hari

Namun ketika tiba di lokasi PT IWIP, LSM Gele-Gele bersama ahli K3 di hadang pihak keamanan Security-nya dengan anggota Brimob yang bersenjata lengkap, sempat terjadi adu argumen karena LSM GELE GELE secara formil diundang masuk oleh HRD namun kenapa pihak Sekuriti di dampingi Brimob yang di minta oleh sekuriti mengusir dengan senjata lengkap?

Kita ke sini di undang loh? kita bukan Teroris. masuk saja dari Gate 2 sampai ke kantor di dalam sini, emang kita nyelonong? kata Husen Ismail ketua LSM GELE GELE kepada awak media Sabtu,5/6/2021

Pihak PT IWIP tidak mau shearing terbuka dengan LSM Gele-Gele seolah – olah ada sesuatu yang PT IWIP tutupi, di duga persoalan ini sering kali terjadi kecelakaan yang memakan korban di lokasi penambangan.

“Surat sudah Kami layangkan bahkan tembusan surat sampai ke Menteri BKPM , rekonstruksi reka kejadian k3 tambang, kenapa kami diusir dengan cara hina.”lanjut Husen

“PT IWIP melalui security dan eksternal HRD telah memegang surat yang kami berikan kepada mereka dan mereka (red SPT.Sekuriti PT.IWIP) telah berbicara langsung ke pihak manajer HSc safety dalam hal ini Mr Ma, jawaban Mr Ma memang benar bahwa ada rapat bersama jam 14.00 WIT, namun yang terjadi dilapangan kami di usir secara paksa,
untuk keluar dari PT IWIP.” Sambungnya

“seakan-akan ada yang ditutupi ,kecelakaan kerja yang menyebab kan kematian dalam kategori fatal sehingga dampak dan sanksi perusahan PT IWIP bisa ditutup.”kata Husein ,

Dari hasil pengusiran kemarin LMS Gele-Gele sudah berkomunikasi dengan JATAM, ESDM, LBH Maluku Utara ,dan Menteri BKPM Bahlil Lahadalia via whatsap untuk membahas trasparansi kasus meninggalnya jubir departemen logistik di dekat stokpile batu bara dan beberapa kasus lain yang tidak terungkap.

Husein menambahkan, kedatangannya Bersama Tim nya ke PT IWIP bukan mencari musuh, Namun mengantisipasi resiko bertambahnya korban sehingga Ia sempat dia menyapa Manager HRD ibu Rosalina Sangaji namun tidak di tanggapi

“Saya sempat menyapa Manager HRD ibu Rosalina Sangaji Saat berpapasan di lokasi kantor PT.IWIP, namun tidak di indahkan walau teman sebelah ibu Rosalina sempat melihat saya. saya kesini bukan untuk mencari musuh, namun mengantisipasi resiko bertambahnya korban lagi akibat minimnya Safety IWIP dan salah rekrutmen dari HRD. saya meminta, Ibu Rosalina Sangaji dan Mr.Ma wajib bertanggung jawab atas meninggalnya pekerja tambang. karena mereka yang merekrut dan mengawasi. bukan hanya penjarakan si supir tanpa audit K3 dr lembaga di luar dan Inspektur Tambang Provinsi? ini yang wajib kita pahami bersama.”Tegasnya.

Maluku Utara mempunyai Hak Ulayat adat, Undang-Undang Safety juga melindungi hak keselamatan kerja dengan semboyan “Zero Tolerance”. PT.IWIP harus memecat orang-orang yang berusaha menyembunyikan kasus pelanggaran K3.”Tutup Husein Ketua LSM GELE GELE.(Team)

Di Terbitkan Pada 8 Juni 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *