SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Muliansyah Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers di Kota Tidore

PRABUMEDIA, TIDORE – Ketua Umum BPP Asosiasi Pengusaha Media Indonesia Muliansyah Abdurrhaman mengutuk keras kepada oknum yang berniat memukul seorang wartawan di Kota Tidore, Maluku Utara sebagaimana di ceritakan langsung oleh korban alias wartawan tersebut, via WhatShap, Senin (14/6/2021).

Menurut nya wartawan itu sebagai tumpuan pilar demokrasi dan bagian dari Menjalani profesi sebagai pusat informasi, tentu wartawan bekerja penuh suka dan duka, seperti halnya kejadian pemukulan yang tak disangka bahkan diduga, seperti lagak preman profesional dengan aksinya main hakim sendiri memukul seorang wartawan Media Berita Investigasi Indonesia (BIN Pers) Said Marsaoly, di pelabuhan Speed Kelurahan Rum Kota Tidore Kepulauan, hari Minggu 13 Juni 2021 in.

Aksi premanisme pemukulan terhadap wartawan terjadi sekitar pukul 17.00 Wit. Dengan aksinya pelaku mendatangi korban menggunakan Mobil Honda Jazz, di pinggir jalan area pelabuhan speed Kel. Rum. Saat korban sedang menjemput rekan wartawannya dari Ternate untuk nginap di rumahnya, terkait agenda liputan pemberitaan yang akan dibahas malam nanti.

BACA JUGA:

Hal ini diungkapkan Said bahwa “Waktu itu saya ke pelabuhan speed naik motor mau jemput teman wartawan yang dari Ternate, tiba-tiba Abang Ko datang dengan mobil Honda Jazz keluar langsung pukul saya p perut dengan keras, sampe banapas sesak”. Ucap Said, yang juga aktif pewarta Bimper di Kota Tidore

Untuk di ketahui kronologis aksi premanisme pemukulan ini, berawal dari pemberitaan yang terkait dengan seorang oknum anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara, Abdul Jalal Maradjabessy alias Gion, yang ketangkap membawa miras cap tikus berisi satu mobil Toyota Avansa berwarna putih, dan ternyata merupakan Kaka dari pelaku pemukulan yang sering di panggil atau dikenal dengan sebutan Abang Ko setelah diketahui merupakan adik dari Gion. Kata Said

Pelaku merasa tidak terima kakaknya di beritakan oleh media karna sudah viral, salah satunya media dari wartawan korban pemukulan, yang akhirnya menjadi ancaman aksi terencana dari pelaku yang diduga sudah punya niatan jahat untuk dijadikan target penganiayaan.

Diungkap oleh said bahwa sebelumnya sudah ada kesan ancaman atau intimidasi, untuk tidak dimuat berita tersebut, namun berita ini sudah banyak publik yang tau karna media yang menayangkan berita terkait oknum anggota DPRD Tikep, bawa minum keras cap tikus di bulan Ramadhan sudah menyebar kemana mana, bahkan dari mulut masyarakat sendiri yang membicarakan sebelum media memberitakan lebih dulu.

Ini terbukti dari ungkapan pelaku Premanisme Abang Ko dari mulutnya sendiri kepada korban, setelah melakukan aksi pemukulan yang diucapkannya didepan publik “So Bilang Jang Ngana Kase Nae Berita Bikiapa Ngana Kase Nae” (sudah bilang jangan muat berita itu, mengapa kamu memuatnya). ucap said.

Kasus aksi penganiayaan ini yang terkesan terencana oleh pelaku, sehingga korban merasa terancam sehingga di laporkan ke pihak kepolisian Polres Tidore Kepulauan di Jalan Ahmad Yani 1 Kel. Goto Tikep pada pukul. 22.10 Wit. Sehingga pihak kepolisian sudah melakukan tindakan dengan melakukan visum et repertum kepada korban dan pengambilan keterangan untuk di tindaklanjuti.

Muliansyah Abdurrhaman yang juga Bagian dari Pengurus Ikatan Media Online Indonesia (IMO) serta Ketua Umum Asosiasi Media Indonesia tidak menerima perlakuan ini kepada siapa saja yang menjadi wartawan, karena mereka bekerja siang hari malam untuk kepentingan bangsa dan negara, jadi perbuatan seperti terjadi kepada saudara Said ini, perlu disikapi secara hukum, agar orang tidak sembarangan main hakim sendiri. Tutup Muliansyah Abdurrahman, Ketua Umum BPP Asosiasi Pengusaha Media Indonesia.(Ben)

Di Terbitkan Pada 14 Juni 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *