SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Selamat! Jokowi Juara Umum Lomba Ketidak Sesuaian Omongan Dengan Kenyataan

PRABUMEDIA, JAKARTA – BEM Universitas Indonesia sedang jadi perhatian karena menjuluki Presiden Jokowi sebagai King of Lip Service. Tahu enggak, beberapa bulan lalu juga muncul lho kelompok mahasiswa UGM, Aliansi Mahasiwa UGM menyindir Presiden Jokowi sebagai juara umum Lomba Ketidaksesuaian Omongan dengan Kenyataan.

Julukan King of Lip Service disematkan ke Jokowi karena dinilai janjinya sering nggak ditepati. Ngomongnya manis faktanya lain. BEM UI diserang kanan kiri, mereka dipanggil rektorat untuk dimintai keterangan dan kabarnya diminya men-take down poster Jokowi King of Lip Service lho.

Selamat Jokowi Juara Umum

Presiden Joko Widodo

Nah akun media sosial Aliansi Mahasiswa UGM nggak mau kalah dengan BEM UI. Aliansi tersebut menyelamati Jokowi atas pencapaian dalam tidak sesuaian omongan dengan kenyataan lho. Aliansi ini tampak menyindir Jokowi sebagai Juara Umum Lomba Ketidaksesuaian Omongan dengan Kenyataan.

“Selamat kepada presiden Republik Indonesia @jokowi atas pencapaian dan prestasinya sehingga dapat meraih dua gelar terbaik yang diberikan oleh kami, mahasiswa. Indonesia Maju!” tulis akun @UGMBergerak dikutip Senin 28 Juni 2021.

Postingan akun aliansi ini yang menyindir Jokowi sebagai juara umum Lomba Ketidaksesuaian Omongan dengan Kenyataan ini pernah heboh pada Februari lalu lho.

Ucapan selamat sindiran Jokowi sebagai juara umum Lomba Ketidaksesuaian Omongan dengan Kenyataan ini muncul kala itu sedang ramai mic anggota parlemen dimatikan oleh Ketua DPR Puan Maharani.

Makanya kala itu poster aliansi mahasiswa ini muncul dengan sindiran yakni di forum mic dimatikan di kampus diancam gak bisa lulus, di jalanan diadang aparat dan di media sosial diancam UU ITE.

“Selamat kepada bapak presiden RI @jokowi yang juga Alumni UGM. Kami sebagai mahasiswa UGM merasa bangga dengan bapak. Teruslah berkarya dengan oligarki dan para buzzer. Hedeh,” tulis akun aliansi tersebut pada Februari lalu.

Nah kekinian, sebagian publik melihat pemanggilan pengurus BEM UI akibat poster Jokowi King of Lip Service ini sebagai upaya pembungkaman.

“Berani, Kritis, dan Bergerak untuk menentang segala bentuk pembungkaman kebebasan akademik di dalam kampus, terlebih lagi selama era presiden @jokowi yang juga alumni @UGMYogyakarta telah menunjukkan adanya tekanan dan pengawasan terhadap aktivitas mahasiswa selama ini. Bersatu!” tulis akun tersebut.

Aliansi Mahasiswa UGM ini sejak lama mengaku konsisten melawan segala bentuk pembungkaman kebebasan mimbar akademik.

Sejak runtuhnya Orde Baru, budaya menurut aliansi ini, pembungkaman masih langgeng hingga kini bahkan makin kronis.

“Eksistensi kampus sebagai benteng terakhir kebebasan berekspresi, perlahan tergeser makna yang tak lebihnya sebagai kaki tangan kekuasaan. Kita harus bersatu untuk berani, kritis, dan bergerak melawan segala bentuk pembungkaman kebebasan mimbar akademik!” tulis akun tersebut.

Dipanggil gara-gara King of Lip Service

Jokowi King of Lip Service
Jokowi King of Lip Service. Foto Twitter @BEMUI_official

Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik Universitas Indonesia Amelita Lusia merupakan pemanggilan biasa hanya untuk mendengar penjelasan dari pihak BEM UI.

Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Universitas Indonesia Amelita Lusia menuturkan, pemanggilan yang dilakukan oleh Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia Tito Latif Indra hanya merupakan pemanggilan lumrah untuk meminta penjelasan.

“Ya, ini layaknya Bapak ke anaknya saja begitu. Minta penjelasan saja yang lebih rinci. Tidak ada hal-hal ke arah misalnya pemberian sanksi atau semacamnya. Belum ada ya,” ujar Amelita, Senin 28 Juni 2021.

Amelita mengatakan pada intinya UI menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat. Meskipun demikian, lanjut Amelita, UI dan sivitas akademika harus merujuk pada kajian akademis dan memenuhi tata aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Pertemuan antara unit-unit kegiatan mahasiswa dengan Direktur kemahasiswaan selama ini sudah lumrah. Agar terjalin komunikasi. Di antaranya ya seperti yang berlangsung Minggu (27/6/2021) sore,” tutur Amelita.

Sebelumnya diberitakan bahwa unggahan twitter BEM UI @BEMUI_Official menggemparkan publik lantaran menjuluki Presiden Jokowi sebagai raja pembohong alias ‘King of Lip Service’.

Melalui kicauan yang dibuat akun Twitter milik BEM UI, pihaknya memparkan bahwa Jokowi selaku kepala pemerintah kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras.

Cuitan selanjutnya menuliskan “Semua mengindikasikan bahwa perkataan yang dilontarkan tidak lebih dari sekadar bentuk lip service semata”. Artinya, sejumlah pernyataan yang dilontarkan oleh Jokowi dianggap sebagai kiasan belaka.(hops)

Di Terbitkan Pada 28 Juni 2021 by Prabu Media

data-recalc-dims="1"

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed