SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Ubah perilaku warga hindari kerumunan jadi PR besar Satgas: Agak susah

PRABUMEDIA, JAKARTA – Presiden Jokowi mengumumkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat diberlakukan pada tanggal 3 Juli – 20 Juli 2021. Tentu hal ini jadi PR besar lagi bagi Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 untuk bantu mengimplementasikan kebijakan.

Dalam diskusi daring pada hari Sabtu, 3 Juli 2021, Satgas ungkap persoalan mengenai perilaku warga selama masa pandemi. Satgas menilai dalam kesadaran masyarakat untuk memakai masker dan mencuci tangan terus membaik. Namun, perihal jaga jarak atau menghindari kerumunan masih jadi PR besar bagi Satgas.

“Masih jadi masalah adalah kerumunan yang agak susah diatasi,” kata Anggota Tim Pakar Perubahan Perilaku Satgas Penanggulangan Covid-19, Riant Nugroho.

BACA JUGA:

Riant pun mengakui bahwa memang sulit untuk menghindari kerumunan yang ditimbulkan dari kegiatan masyarakat dalam beraktifitas. Salah satu yang paling mendasar adalah ketika bepergian dengan menggunakan transportasi umum.

Antrean di halte busway TransJakarta
Antrean di halte busway TransJakarta. Foto Twitter @PT_transjakarta

“Jaga jarak ini yang dalam kondisi tertentu. Tapi ketika masuk dalam sebuah bus umum, MRT, apalagi angkot berdesak-desakkan. Ini paling berat,” tutur Riant.

Maka dari itu, Riant mengajak masyarakat untuk dapat membatasi kegiatan di luar rumah. Diterapkannya PPKM Darurat bisa jadi masa untuk masyarakat mengurangi aktivitas. Tentu hal itu bertujuan agar tak ada lagi kerumunan masyarakat demi mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Dibalik itu kami melatih masyarakat untuk memiliki kemampuan sadar resiko, ini yang pelan-pelan kami coba,” tegasnya.

Aturan PPKM Darurat

1. 100% Work from Home untuk sektor non essential
2. Seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring
3. Untuk sektor essential diberlakukan 50% maksimum staf Work from Office (WFO) dengan protokol kesehatan, dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100% maksimum staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan.

Cakupan sektor essential adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

Cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50%

Ilustrasi supermarket
Ilustrasi supermarket. Photo by Hanson Lu on Unsplash

4. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup
5. Restoran dan Rumah Makan hanya menerima delivery/take away
6. Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat
7. Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara.

8. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara
9. Kegiatan seni/budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara
10. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.
11. Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak diperkenankan makan di tempat resepsi. Makanan tetap dapat disediakan dengan wadah tertutup untuk dibawa pulang

Resepsi pernikahan
Resepsi pernikahan secara live streaming. Photo: Shin Min Daily News

12. Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bus dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan PCR H-2 untuk pesawat serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.
13. Satpol PP Pemerintah Daerah, TNI, Polri agar melakukan pengawasan yang ketat terhadap pemberlakuan pengetatan aktivitas masyarakat di atas terutama pada poin 3.(hops)

Di Terbitkan Pada 3 Juli 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *