SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Anies Baswedan Semprot Metro TV, Pendukung Jokowi: Gubernur Ini Sakit ya…

Prabumedia, Jakarta – Pendukung Presiden Jokowi, Ade Armando heran banget dengan sikap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang semprot Metro TV dalam sebuah wawancara soal penindakan perusahaan yang diduga melanggar PPKM darurat.

Ade rada heran kan Metro TV cuma bertanya saja atas langkah Anies menindak sebuah perusahaan yang diduga melanggar ketentuan PPKM Darurat, tapi kok malah Anies menyalahkan Metro TV.

Anies semprot Metro TV

Gubernur Anies Baswedan
Gubernur Anies Baswedan. Foto Instagram @aniesbaswedan

Ade Armando membela Metro TV yang disentil oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedaan dalam penindakan aturan PPKM Darurat beberapa hari lalu.

Anies memarahi ada perusahaan asuransi jiwa yang tidak menjalankankan aturan PPKM Darurat gitu. Tapi dalam wawancara dengan Metro TV, saat Anies ditanyakan perusahaan yang ditindak itu adalah sektor esensial, Gubernur DKI Jakarta menegaskan kalau tidak puas silakan gugat ke PTUN saja.

Nah jawaban Anies ini jadi ramai dan viral gitu. Ade Armando pun berkomentar.

“Gubernur ini sakit ya. Dia menuduh Metro TV membela mereka yg membahayakan keselamatan sesama. Padahal Metro cuma minta penjelasan mengapa perusahaan asuransi jiwa yang masuk dalam sektor esensial PPKM juga diancam pidana?” tulis Ade dalam cuitannya dikutip Jumat 9 Juli 2021.

Sebelumnya Gubernur Anies Baswedan menindak perusahaan yang melanggar ketentuan PPKM Darurat. Anies menutup sementara operasional perusahaan asuransi jiwa PR Equity Life Indonesia.

Gegara ini, kemudian Metro TV dalam wawancaranya mempertanyakan kan perusahaan asuransi jiwa itu masuk sektor esensial yang dibolehkan beroperasi pada PPKM Darurat. Kenapa Anies malah mengambil langkah menutup operasional sementara perusahaan sektor esensial tersebut.

Apalagi menurut data Metro TV, perusahaan asuransi jiwa itu sudah menerapkan 50 persen kerja dari kantor dan perusahaan mengklaim tak melanggar ketentuan PPKM Darurat.

Atas pertanyaan Metro TV itu, Anies menjawab tegas silakan mengaku ke pengadilan saja kalau perusahaan tidak puas dengan penindakan Pemprov DKI Jakarta.

“Silakan mengadukan ke pengadilan ada PTUN. Silakan proses dan silakan bila Metro memilih mengambil sikap membela kepada mereka yang membahayakan keselamatan sesama,” tegas Anies dalam jawabannya yang viral.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan, Pemprov DKI Jakarta sudah mengambil langkah tegas pelanggaran PPKM Darurat dan siap menghadapi dan mempertanggung jawabkan langkah penindakan mereka, bila ada gugatan di pengadilan.

“Ingin saya garis bawahi, sikap kami adalah melindungi warga Jakarta dan setiap warga Indonesia. Bila langkah yang kami lakukan tidak benar, silakan ajukan ke PTUN. Kami siap menghadapi dan akan kami tegaskan, seluruh langkah untuk melindungi setiap warga Indonesia,” ujar Anies.

Anies tegas

Momen ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup kantor Ray White Indonesia karena melanggar PPKM. Foto: Instagram Anies
Momen ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup kantor Ray White Indonesia karena melanggar PPKM. Foto: Instagram Anies

Di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa kecolongan lantaran masih ada perusahaan yang memaksa masuk pekerja atau karyawannya ke kantor.

Kegeraman Anies itu bermula terhadap sebuah perusahaan Ray White Indonesia yang berkantor di Sahid Sudirman Centre, Jakarta Pusat, lantaran masih memaksa masuk karyawan ke kantor di masa (PPKM) darurat.

“Sekarang tutup kantornya dan nanti langsung akan diproses, dan katakan pada semua (karyawan) pulang! Taati aturan,” ujar Anies dengan nada tinggi, seperti dalam unggahan di Insta Story akun Instagram pribadinya, dikutip pada Selasa, 6 Juli 2021.

Kemudian terdengar, Anies menuturkan kepada HRD dari perusahaan tersebut bahwa ini bukan soal melanggar aturan atau tidak, melainkan untuk menyelamatkan nyawa orang.

Sambil mengarahkan telunjuknya ke arah seorang wanita yang merupakan HRD tersebut, Anies menegaskan perusahaannya telah melanggar PPKM dan tidak bertanggung jawab.

“Bu Diana dan perusahaan ibu tidak bertanggung jawab, ini bukan soal untung rugi, ini soal nyawa, dan orang-orang seperti ibu ini yang egois,” tegas Anies.

Kemudian dalam kunjungan tersebut, Anies juga menyidak kantor PT Equity Life Indonesia yang dinilai tidak menaati aturan PPKM darurat.

“Kenapa aturan dilanggar? Mereka (karyawan) ikut aturan perusahaan kan, perusahaan menyuruh masuk?” kata Anies kepada pimpinan perusahaan Equity Life Indonesia.

Anies juga menyebut ada wanita hamil yang dipaksa untuk bekerja di perusahaan itu, meskipun di masa PPKM darurat.

“Setiap hari kita nguburin orang, Pak. Bapak ambil tanggung jawab. Semua buntung, enggak ada yang buntung, jangan seperti ini. Apalagi ada ibu hamil, ibu hamil kalau kena Covid-19 melahirkan paling susah. Pagi ini saya terima (informasi) satu ibu hamil meninggal! Kenapa? Melahirkan, (berstatus) Covid,” kata Anies.

Sebagai informasi, dalam masa PPKM darurat 3-20 Juli 2021, usaha yang diperkenankan untuk berkantor hanya pada sektor esensial dan sektor kritikal.(hops)

Di Terbitkan Pada 9 Juli 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *