SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

BAZNAS: Dugaan Korupsi Anggaran Tahun 2008 Mencapai 4Miliar Terkesan Lambat

Prabumedia.com, Sumbar – Lambatnya penanganan dugaan kasus korupsi serta tindak pidana pencucian uang di tubuh Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS) Bukittinggi mengundang tanda tanya publik.

Pasalnya kasus korupsi atau pencucian uang yang sudah di laporkan di Kejaksaan Negeri Bukittinggi tidak bergeming dan tidak berjalan alias jalan di tempat.

Uang rakyat tersebut yang di kucurkan oleh Pemko Bukittinggi Tahun anggaran 2008 sebesar Rp. 4 Milyar untuk pengentasan kemiskinan melalui program Badan Amin Zakat Nasional ( Baznas) Bukittinggi.

Beredar kabarnya saat kunjungan pengurus LSM-BIDIK RI ke Kejari Bukittinggi, oknum Kasi intel Kejari pernah mengatakan kepada LSM-BIDIK RI, bahwa kasus BAZNAS Bukittinggi sedang mencari alat bukti dan memintai keterangan dari pihak – pihak terkait salah satunya kepada inspektorat karena terkait ada auditnya di dalam dan ada Perjanjian Kerjasama ( PKS ).”tutur kasi intel yang di tirukan oleh Masrul.

Pengucuran dananya untuk pengentasan kemiskinan tahun anggaran 2008 sudah lama di alokasikan ke Baznas Bukittinggi pertanyaannya, kenapa Koperasi Simpan Pinjam Al’ Anshari Syarish berperan andil dalam uang negara ( Pemko Bukittinggi ) terang Masrul kepada awak media (12/07/21).

Lanjut, Sam Tanjung selaku Ketum LSM BIDIK RI yang di dampingi Ketua DPW LSM BIDIK RI Provinsi Sumbar Masrul mengatakan kuat dugaannya BAZNAS memaksakan kehendak untuk membentuk Koperasi agar uang rakyat tersebut di pindah tangankan atau di alihkan kepada pihak yang tidak berkompeten sehingga uang hibah Pemko Bukittinggi di investasikan dengan dalil simpan pinjam syariah, dengan atas nama Koperasi Simpan Pinjam ( KSP) Al’ Anshari Syariah, dalam kajian ini sudah murni tindak pidana Tipikor dan TPPU.

“Kami ( LSM-BIDIK RI ) pernah juga mengunjungi kantor inspektorat Bukittinggi terkait akan adanya audit KSP Al’ Ansari Syariah atau Baznas Bukittinggi bahwa dalam pengakuan Ka. Inspektorat Bukittinggi. Amri saat itu mengatakan saya pernah di hubungi oleh Kasi Intel Kejari Bukittinggi ia akan berkunjung ke kantor”. Ucapnya Amri.

Tegas Masrul kami LSM-BIDIK RI ( Badan Investigasi Demokrasi Informasi Keadilan Republik Indonesia ) jika kasus ini tidak berjalan penyidikan dan penyelidikannya kami akan serahkan laporan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat berdasarkan bukti permulaan.” Tegasnya.

Team Awak media yang hadir pada hari mengkonfirmasi , Kasi Intel Kejari Bukittinggi Zulfikar lewat Ponselnya, ia mengatakan saat ini kami sedang Kumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) terkait dugaan Bantuan hibah Pemko Bukittinggi tahun anggaran 2008 kepada Baznas, dan sedang lagi di proses,” ucapnya . (Infobenua)

Di Terbitkan Pada 12 Juli 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *