SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Kenapa PPKM Darurat Sampai 25 Juli, Simak Ramalan Luhut Panjaitan

PRABUMEDIA, JAKARTA – Koordinator PPKM Darurat, Luhut Pandjaitan menjelaskan kenapa PPKM Darurat diperpanjang sampai 25 Juli 2021. Luhut mengatakan keputusan perpanjangan PPKM Darurat ini setelah melihat data tren penurunan kasus Covid-19.

Namun demikian, Luhut mengatakan pemerintah nggak langsung akhiri PPKM Darurat. Pertimbangannya tren penurunan kasus Covid-19 di masa PPKM Darurat ini masih terbilang fluktuatif. Angka kasus bisa melonjak lagi kalau masyarakat tidak disiplin prokes.

BACA JUGA:

Kenapa PPKM sampai 25 Juli, Luhut menjawab

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan keterangan perihal bantuan beras. Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan keterangan perihal bantuan beras. Foto: YouTube Sekretariat Presiden

Luhut menjelaskan timnya sangat mendengar masukan dan keluhan dari berbagai pihak dalam penanganan Covid-19 selama PPKM Darurat ini. Bukti Luhut menerima masukan adalah kini lanjutan PPKM Darurat diperlonggar, pedagang PKL kini boleh berjualan namun dengan prokes ketat.

“Kenapa sampai tanggal 25, karena kita semua itu dengerin (masukan keluhan) dan pelajarin (data). Jadi ini mulai flattening dan mulai menurun, tapi ini kan fluktuatif, jadi nggak serta merta (buka PPKM) kita hati-hati melihat itu,” ujarnya soal PPKM sampai 25 Juli dalam wawancara B-Talk Kompas TV, Selasa malam 20 Juli 2021.

Luhut mengatakan dia dan tim serta Presiden mendengar betul masukan dari bawah. Pensiunan jenderal TNI itu mengatakan Presiden mendapatkan laporan pula dari BIN, intelijen, Kodam dan lainnya, dan semuanya didengarkan oleh Kepala Negara.

BACA JUGA:

Dengan perpanjangan PPKM ini, Luhut mengatakan kini pemerintah mengategorikan wilayah kabupaten dan daerah dengan pembagian level kondisi Covid-19.

Ada empat level yakni level I-IV. Dengan ketentuan level I itu kondisi darurat Covid-19.

Seiring penurunan tren kasus Covid-19 karena PPKM Darurat, Luhur mengatakan beberapa kabupaten sudah bagus dan masuk kategori level II dan level III. Kepala daerah tertentu pun sudah diberitahu soal peningkatan kategori level menjadi lebih baik.

Beberapa daerah, kata Luhut sebenarnya sudah banyak yang masuk ke level III dan bisa ke level IV. Tapi pemerintah ogah langsung umumkan daerah-daerah yang bagus itu. Dalihnya supaya daerah tersebut terus menjaga perkembangan positifnya.

“Tapi kan kita nggak mau langsung (buka daerah level yang bagus). Maka itu sebabnya kalau kita disiplin, hukumnya kan mulai itu flattening dan menurunnya pasti fluktuatif. Datanya kita dengerin keluhan sana sini kita dengerin kok,” jelasnya.

Kenapa pemerintah kok malah memperpanjang PPKM Darurat walau beberapa daerah sudah banyak yang bagus perkembangannya, Luhut mengatakan kalau pekan ini langsung dibuka PPKM-nya maka dia khawatir kasus akan langsung naik lagi.

Kekhawatiran itu pula yang Luhut laporkan ke Presiden Jokowi. Dan akhirnya Jokowi mencermati betul data dan keluhan dari masyarakat.

“Sekali pemerintah putuskan, mana yang paling untungkan, kita buka atau tutup seminggu dulu pak Presiden. Maka kita sarankan tunggu seminggu, tapi daerah sudah bagus tapi tolong ya (tetap waspada)” jelas Luhut menceritakan laporan ke Presiden.

Ramalan Luhut Jawa Bali bagus nantinya

Nantinya, setelah perpanjangan PPKM Darurat berakhir, akan ada evaluasi dari pemerintah bagaimana tindak lanjutnya. Luhut mengatakan dengan posisi beberapa daerah yang menunjukkan perkembangan bagus, dia optimis kok asal prokes dijalankan dengan disiplin, bakalan bagus kondisinya.

“Maka 25 nanti kita lihat. Ramalan kami sementara, ini sementara ya, kalau semua jalan dengan baik, Jawa Bali akan level III ke level IV dan ada juga yang sekarang level 2. Jateng sudah banyak level II tapi nggak mungkin kita langsung umumkan,” kata dia.

Luhut mengatakan pemerintah terus mewaspadai penyabaran varian Delta Covid-19. Makanya nggak langsung main akhiri PPKM Darurat, sebab akan beresiko. Negara lain di dunia pun, tahapannya setelah lockdown nggak langsung dibuka begitu saja.

“Kita lihat di India, Malaysia, kalau dibuka bisa langsung naik lagi, Delta ini varian lebih bahay, maka Presiden minta hati-hati. Jalau ini berjalan baik, ini bisa berjalan, baik artinya kita masih prokes, ini paling penting dan tingkat ketersediaan kamar di rumah sakit,” jelasnya.

Ke depan ini, Luhut mengatakan pemerintah akan makin gencar menjalankan 3T yakni testing, tracing dan treatment. Nantinya dalam hal ada yang positif langsung akan dikirimkan ke lokasi karantina terpusat. Pasien positif akan dipisah dengan keluarganya supaya tak menularkan kepada anggota keluarga.

“Nah nanti keluarganya kita yang urus, kasih sembako dan obat suplemen. Ini akan masif kita lakukan,” katanya.(hops)

Di Terbitkan Pada 20 Juli 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *