SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Hadiri Pengukuhan TPAKD, Bupati Malaka Kenakan Kain Adat Motif Garuda

Prabumedia, Kupang – Dalam rangka pelaksanaan seminar dan acara pengukuhan tim percepatan akses keuangan daerah ( TPAKD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengundang para kepala daerah, walikota dan bupati se-Nusa Tenggara Timur untuk turut menghadiri kegiatan tersebut.

Tampil berbeda dalam acara terhormat ini Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H bertais (red, mengenakan) kain adat motif Garuda hasil tenunan warga Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka saat menghadiri acara pengukuhan TPAKD tersebut.

Bupati Simon ketika dihubungi wartawan via telpon selulernya, Jumat (27/8/21) mengatakan dirinya sementara berada di Desa Aton Kecamatan Semau Kabupaten Kupang untuk mengikuti seminar dan acara pengukuhan TPAKD yang diselenggarakan Pemprov NTT.

BACA JUGA:

Bupati Simon mengenakan kain adat motif Garuda hasil tenunan masyarakat asal Kecamatan Io Kufeu. “Malaka kaya tenunan kain adat dengan jenis-jenisnya. Kali ini, saya kenakan tenunan kain adat motif Garuda dari warga Kecamatan Io Kufeu. Ini wujud kecintaan terhadap produksi kain adat masyarakat, khususnya warga saya di Io Kufeu,” kata Bupati Malaka.

Informasi yang diperoleh wartawan, Jumat (27/8/21) siang, seminar dan acara pengukuhan TPAKD mempunyai tujuan sebagaimana tertera dalam susunan acara di antaranya mendorong ketersediaan akses keuangan daerah yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah.

BACA JUGA:

 

Seminar tersebut dilaksanakan untuk mencari terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah, mendorong Literasi dan Indeks Keuangan (LIK) untuk meningkatkan peran serta dalam pembangunan ekonomi daerah, menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.

Selain itu, mendorong optimalisasi potensi sumber dana di daerah dalam penyediaan pendanaan produktif antara lain mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan usaha rintisan serta membiayai pembangunan sektor prioritas. Dalam skala nasional, seminar itu juga bertujuan mendukung pemerintah dalam meningkatkan indeks inklusi keuangan di Indonesia.(Jhoka)

Di Terbitkan Pada 27 Agustus 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed