SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Jajal Terowongan Istiqlal-Katedral, Ini Harapan Wapres Ma’ruf Amin

PRABUMEDIA, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga Katedral Jakarta, memberikan inspirasi untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama, khususnya antara Islam dan Katolik.

“Saya merasakan terowongan ini punya makna yang dalam, bukan saja hanya sekadar lambang tapi juga memberikan inspirasi terbangunnya kerukunan antarumat,” kata Wapres Ma’ruf di Gereja Katolik Katedral Jakarta, Jumat, 27 Agustus.

Wapres menjajal Terowongan Silaturahmi dari Masjid Istiqlal ke Gereja Katolik Katedral, di sela-sela kunjungan kerjanya meninjau penerapan protokol kesehatan rumah ibadah di Jakarta, Jumat.

Wapres Ma'ruf Amin meninjau Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral (Foto: Antara)
Wapres Ma’ruf Amin meninjau Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral

 

Simbol kerukunan antarumat beragama di Terowongan Silaturahmi tersebut merupakan representasi umat Islam di Masjid Istiqlal dan umat Katolik di Gereja Katedral.

“Umat Islam direpresentasikan oleh Istiqlal dan masyarakat atau umat Katolik. Dan yang menarik lagi parkir di bawah itu digunakan bersama antara Istiqlal dan Katedral,” tambahnya.

Wapres juga berharap Terowongan Silaturahmi tersebut memberikan inspirasi kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kerukunan antarumat bergama harus dibangun dan dipelihara.

“Saya berharap ini benar-benar memberikan inspirasi kepada kita, seluruh bangsa Indonesia, bahwa memang kerukunan harus kita bangun; dan kita yakin kerukunan antarumat beragama merupakan unsur utama dari kerukunan nasional,” ujarnya.

BACA JUGA:

Wapres Ma’ruf Amin bersama rombongan terbatas melakukan peninjauan terkait penerapan protokol kesehatan di rumah ibadah, yakni Masjid Istiqlal dan Gereja Katolik Katedral Jakarta, Jumat.

Wapres Ma’ruf Amin juga melaksanakan ibadah Salat Jumat di Masjid Istiqlal, yang untuk pertama kalinya dilakukan Ma’ruf selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan setelah renovasi Istiqlal.

Pemerintah telah menerapkan PPKM level 3 di DKI Jakarta, yang dengan status tersebut dapat terlaksana kegiatan peribadatan di rumah ibadat, dengan maksimal keterisian umat sebanyak 50 persen kapasitas.

Dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1026 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3 COVID-19, rumah ibadah diizinkan beroperasi yakni masjid, musala, gereja, pura, vihara, klenteng hingga tempat lain yang difungsikan sebagai tempat ibadah.(voi)

Di Terbitkan Pada 28 Agustus 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed