SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Politisi Partai Gerindra Dodi Hendra Dipecat Dari Jabatan Ketua DPRD Kabupaten Solok

BAGIKAN

PRABUMEDIA, SOLOK — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok akhirnya menetapkan pemecatan Dodi Hendra dari jabatan ketua. Penetapan itu dilakukan dalam keputusan tertinggi yakni paripurna DPRD pada Senin (30/8) 10.00 WIB.

Paripurna itu dihadiri 25 anggota dewan dari dari sejumlah partai termasuk dari Gerindra.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Lucky Efendi mengatakan, rapat paripurna itu dalam rangka penyampaian keputusan BK DPRD Kabupaten Solok atas penyelidikan, verifikasi dan klarifikasi atas pengaduan dari pimpinan DPRD, anggota DPRD atau masyarakat yang laporannya telah disampaikan pada rapat paripurna pada Jumat, 20 Agustus 2021.

“Berdasarkan keputusan BK DPRD Kabupaten Solok Nomor:175/01/BK/DPRD/2021 tentang sanksi pelanggaran kode etik terhadap saudara Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok periode 2019-2024 dan Surat Badan Kehormatan Nomor:176/246/BK-DPRD/2021 perihal penyampaian putusan BK tentang sanksi pelanggaran kode etik. Berdasarkan pasal 37 ayat 1 peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan tata tertib dewan perwakilan rakyat daerah provinsi, kabupaten, kota mengamanatkan bahwa pimpinan DPRD lainnya melaporkan usulan pemberhentian pimpinan DPRD dalam rapat paripurna,”ucapnya Disadur dari hantaran, Senin (30/8)

BACA JUGA:

Sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Solok Lucky dan pimpinan lainnya menyampaikan usulan pemberhentian Ketua DPRD Kabupaten Solok itu dalam paripurna.

“Setelah pembacaan laporan usulan pemberhentian ketua DPRD dari jabatannya, semua anggota DPRD yang hadir juga setuju dengan pemberhentian itu, maka dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara persetujuan DPRD tentang usul pemberhentian ketua DPRD sisa masa jabatan 2019-2024,”tuturnya.

Untuk mengisi jabatan yang kosong, berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2018 pasal 36 ayat 4, dalam hal ketua DPRD berhenti dari jabatannya maka pimpinan akan menunjuk salah satu wakilnya untuk melaksanakan tugas ketua DPRD sampai dengan waktu ditetapkannya ketua defenitif.

Anggota DPRD dari Gerindra, Septrismen yang hadir dalam paripurna itu mengatakan, ia sebagai kader senior bersama teman seperjuangan dari Gerindra, memahami bagaimana kondisi terkait dengan rekomendasi BK yang memberhentikan Dodi Hendra sebagai ketua DPRD.

“Saya memahami itu. Saya mengikuti sidang paripurna ini dengan beberapa alasan diantaranya sidang paripurna ini sudah dijadwalkan dalam Badan Musyawarah (Bamus) DPRD,”kata Septrismen.

BACA JUGA:

 

Selain itu, ia sebagai kader Gerindra dan Fraksi Gerindra patuh dan tunduk pada keputusan lembaga, begitu juga pada partai dan pimpinan sepanjang keputusan tersebut tidak bertentangan dengan undang-undang. Ia juga menghargai hak kader dengan menjunjung tinggi azaz praduga tak bersalah.

“Dengan adanya pemberhentian saudara Dodi Hendra dari Ketua DPRD Kabupaten Solok, sebagai teman satu fraksi saya berpegang teguh pada azaz praduga tak bersalah, walaupun sudah diparipurnakan masih ada lowongan untuk maju di PTUN,”tuturnya.

Selain itu, Septrismen juga mengimbau semua pihak mengajak membangun Kabupaten Solok dan mendukung program Bupati Solok Epyardi Asda yakni mambangkik batang tarandam.

“Mari kita dukung visi dan misi Bupati Solok mambangkik batang tarandam, menuju Kabupaten Solok terbaik di Sumatera Barat. Kalau ada yang kurang mari kita perbaiki, mari bersatu,”ucapnya.

Septrismen juga menegeskan tidak ada maksudnya untuk tidak patuh terhadap perintah partai maupun pimpinan partai. Jusru ia hadir untuk membuktikan kader partai Gerindra sportif dan setia membela kebenaran dan keadilan. Semoga Kabupaten Solok ke depan menjadi adem, nyaman,”ujarnya.

Septrismen juga memberikan semangat kepada sahabatnya Dodi Hendra yang sudah dipecat dari ketua.

“Sebagai sahabat saya yakin saudara Dodi Hendra bisa melewatinya dengan baik,”ucapnya.

Setelah penetapan tersebut, DPRD bakal mengajukan pemecatan itu ke Gubernur Sumbar.

Sebelumnya, Dodi Hendra dipecat dari Ketua DPRD Kabupaten Solok berdasarkan rekomendasi Badan Kehormatan (BK). Dodi yang berasal dari Partai Gerindra tersebut dinyatakan melakukan pelanggaran.

Keputusan BK dengan nomor 175/01/BK/ DPRD/2021 tentang sanksi pelanggaran kode etik itu disampaikan dalam paripurna di DPRD setempat pada Jumat (20/8).

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok Jon Firman Pandu yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Solok mengatakan, pihaknya tidak akan mengintervensi keputusan BK yang memecat Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD Solok.

“Kami tidak akan mengintervensi keputusan-keputusan yang diambil oleh kawan-kawan DPRD melalui BK,” katanya.(Hantaran)

Di Terbitkan Pada 30 Agustus 2021 by Prabu Media

data-recalc-dims="1"

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed