SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Sil Nahak Sebut Sengketa Tanah Di Laran Ada Bukti Pemalsuan KTP dan KK

Prabumedia, Betun – Proses perdata sengketa Lahan di Laran makin ada titik terangnya. Pasalnya, selain urusan perdata, Wilhelmina Bete Nahak (Penggugat) melalui kuasa hukumnya juga melaporkan kasus pidana terkait dugaan pemalsuan KTP dan kartu keluarga atas nama Raiminda Funan.

Dalam perkara perdata lahan, Raiminda Funan adalah penggugat intervensi yang mengaku sebagai anak kandung dari Salomon Seran Tahu Taek, pemilik lahan pertama.

Sedangkan Wilhelmina Bete Nahak adalah anak piara dari Salomon Seran Tahu Taek.

Di pihak tergugat, mereka mengklaim bahwa tanah yang diolah Salomon Seran Tahu Taek adalah milik suku Marilia.

BACA JUGA:

Kembali ke proses pidana pemalsuan KTP dan kartu keluarga, kuasa hukum penggugat, Silvester Nahak menyampaikan bahwa bukti-bukti sudah lengkap semua dan sedang diproses oleh kepolisian Polres Malaka.

“NIK yang sama digunakan untuk dua KTP. Ini bukan saya karang. Ini bukti yang saya dapat karena semua dokumen itu yang dimasukkan ke pengadilan negeri Atambua,” ujar Silvester Nahak, (28/08/2021).

Silvester Nahak menambahkan bahwa dokumen yang mereka serahkan sebagai bukti inilah yang dicurigai palsu.

“Makanya kita laporkan ke Polres Malaka. Dalam penyelidikan Polres Malaka, tentu kaitannya ke Dinas Dukcapil. Semua masyarakat Malaka tahu, bahwa yang punya kapasitas untuk mencetak KTP adalah Dinas Dukcapil. Saat ini kepala dinas Dukcapil dijabat oleh Ferdinandus Rame yang mana dalam perkara perdata lahan, Ferdinandus Rame adalah salah satu tergugat,” jelas Silvester Nahak.

BACA JUGA:

Dalam kesempatan itu, Silvester Nahak juga menegaskan bahwa pihaknya tidak melaporkan Dinas Dukcapil Malaka dalam dugaan pemalsuan KTP dan kartu keluarga tersebut.

Namun menurut Silvester Nahak, dalam laporan dugaan pemalsuan KTP dan kartu keluarga untuk kepentingan keterangan saksi dalam kasus perdata tersebut ada kaitan eratnya dengan Dinas Dukcapil Malaka.

“Pasti karena yang punya wewenang untuk menerbitkan KTP dan kartu keluarga adalah Dinas Dukcapil. Kalau ada yang diduga palsu, pasti yang ditelusuri adalah proses penerbitan KTP dan kartu keluarga di Dinas Dukcapil,” terang Silvester Nahak lagi.

Sekali lagi, lanjut Silvester Nahak, yang dilaporkan itu adalah pihak penggugat intervensi yang diduga kuat palsukan KTP dan kartu keluarga.

Ditanya soal perkara perdata dan pidana yang berjalan sekaligus, Silvester Nahak mengatakan semua bisa dilakukan.

“Kita serahkan ke APH untuk menangani perkara ini. Perkara perdata lahan, sudah ditangani oleh majelis hakim, sedangkan urusan pidana dugaan pemalsuan kita percayakan kepada penyidik Polres Malaka,” kata Silvester Nahak.

“Ketika dalam proses perkara perdata lahan dan saya menemukan bukti adanya pemalsuan identitas berupa KTP dan kartu keluarga, di situlah saya yakin akan menangkan perkara perdata lahan di Laran ini,” ujar Silvester Nahak.(Jhoka)

Di Terbitkan Pada 31 Agustus 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed