SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Padma Indonesia Dukung Aliansi Cipayung Plus Polisikan Gubernur NTT CS

Prabumedia, Kupang – Aliansi Cipayung Plus Kota Kupang kemarin mendatangi Polda NTT untuk melaporkan Gubernur NTT,cs atas Pelanggaran PPKM(Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dalam kegiatan Jumat,27 Agustus 2021 di Pantai Otan,Semau,NTT yang viral di medsos,media online,media cetak dan media elektronik baik di NTT maupun Nasional,namun Polda NTT menolak Laporannya.

Atas kekesalan tersebut hari ini, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi cipayung plus Kota Kupang turun ke jalan gelar aksi sebagai bentuk protes terhadap Polda NTT dan hasilnya Polda NTT menerima Laporan Aliansi Cipayung Plus Kota Kupang yang diwakili oleh Ikhwan Syahar sebagai Pelapor dengan Terlapor Viktor Bungtilu Laskodat,cs melalui LP/B/267/X/2021/SPKT Polda Nusa Tenggara Timur.

 

Tindak Pidana yang dilaporkan adalah pasal 93 UU No.6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan,Pasal 5 dan Pasal 14 UU No.4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo pasal 216 ayat 1 KUHP. Fakta membuktikan bahwa Polda NTT sudah menerima LP Aliansi Cipayung Plus Kota Kupang

Merespon tindakan Polda NTT atas laporan aliansi Cipayung Plus Kota Kupang, Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA(Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) ketua dewan pembina, Gabriel Goa, merilis kepada media ini, Kamis (2/9/2021) malam

Pertama, menyampaikan apresiasi kepada Aliansi Cipayung Plus Kota Kupang yang tidak patah arang dalam menyuarakan Aspirasi voice of the voiceless NTT yang mempersoalkan para Pejabat di NTT yang diduga kuat melanggar PPKM,UU Karantina Kesehatan,UU Wabah Penyakit Menular dan UU KUHP

Kedua,menyampaikan apresiasi kepada Polda NTT yang sudah menerima Laporan Polisi dari Aliansi Cipayung Plus Kota Kupang dan segera melakukan penyelidikan untuk mengeliminir main hakim sendiri oleh oknum-oknum publik di medsos tanpa menghargai penghargaan Ham dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Ketiga,mendukung POLDA NTT segera memanggil dan memeriksa Satgas Anti Covid Pemprov NTT.

Keempat,mengingatkan Pejabat Publik dan Masyarakat di NTT untuk taat Prokes covid 19 dan PPKM karena pandemi covid 19 telah merenggut banyak nyawa manusia dan berdampak pada anak-anak NTT menjadi yatim dan yatim piatu.

(Gabriel Goa,Ketua Dewan Pembina PADMA INDONESIA)

Di Terbitkan Pada 2 September 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed