SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Agum Gumelar Bongkar Temuan PKI Sudah Mati: Biar Pak Gatot Ngerti!

PRABUMEDIA, JAKARTA – Pernyataan  Gatot  Nurmantyo soal PKI yang kemungkinan melakukan penyusupan di tubuh TNI, disayangkan seniornya di Angkatan Darat, Agum Gumelar. Dia nampak terheran-heran, mengapa eks Panglima TNI itu bisa berbicara demikian.

Menurut Agum, Gatot ibarat orang yang tergesa-gesa. Padahal, dia bisa mempertanyakan ke juniornya Dudung Abdurahman yang saat ini menjadi Pangkostrad soal lenyapnya diorama sejumlah tokoh.

BACA JUGA:

Agum kemudian menjelaskan lebih lanjut soal seperti apa sebenarnya terjadi, soal kekuatan komunis saat ini. Dari data yang diperoleh, komunis menurut dia sudah lemah sekali bahkan cenderung mati.

“Saya jelaskan biar Pak Gatot ngerti. Saya 2 tahun mendalami G30SPKI, saya juga ikut pembongkaran jaring-jaring PKI, ikut menginterogasi, tetapi yang saya lakukan tidak melalui intimidasi. Melainkan dengan dialog tokoh-tokoh PKI,” katanya di kutip dari Prime Time News, Kamis 29 September 2021.

Agum mengaku bahkan sampai berminggu-minggu di Pulau Buru untuk menginterogasi dan menggali informasi, serta kejelasan. Baginya temuan soal PKI ini juga patut diketahui Gatot yang selalu teriak isu ini di bulan September. Ini juga, kata dia, perlu diketahui oleh para purnawirawan, dan tokoh bangsa.

Agum Gumelar dan Prabowo Subianto. Foto: Ist.
 Agum Gumelar dan Prabowo Subianto. Foto: Ist.

Agum merinci, ada dua cara kerja yang dipakai PKI ketika eksis dulu. Pertama legal, dengan mengangkat komite sentral. Sedangkan cara kerja kedua, yakni ilegal yakni melalui saluran biro khusus PKI.

Sementara strategi, mereka punya tiga cara. Pertama, yakni aktif pada politik yang ditentukan. Mereka, kata Agum, juga eksis dalam percaturan politik internasional, karena dulu PKI masuk dalam bagian Komunis Internasional (Komintern).

Kedua, yakni soal strategi. Menurut mereka, apabila gerakan mereka masih di bawah kekuatan kekuasaan, maka mereka akan coba hidup berdampingan secara damai. “Sedangkan jika kekuatan komunis di satu negara sudah berada di atas kekuatan kekuasaan saat itu, maka mereka akan rebut kekuasaan itu dengan segala cara, dan dihalalkan. Seperti yang terjadi pada G30SPKI,” kata Agum.

Ketiga, apabila mereka jauh diasingkan, maka mereka akan coba hidup di bawah permukaan. Ini penting bagi mereka agar bisa bangkit kembali. “Tapi itu strategi-strategi mereka waktu eksis. Makanya ikut penyusupan sel-sel baik hingga ke tubuh militer TNI-Polri, dan lain sebagainya,” katanya.

Gatot Nurmantyo. Foto: Ist.
Gatot Nurmantyo. Foto: Ist.

Gatot salah soal PKI

Sementara kondisi sekarang ini, dipastikan kekuatan komunis atau PKI, tidak sehebat yang disampaikan Gatot. Terbukti, dua kali pemberontakan berhasil ditumpas. “Itu artinya bumi kita tak cocok untuk PKI, maka keluarlah Tap MPRS 25. Ini payungnya, jadi jangan takut, kalau macam-macam sudah ada payungnya,” kata Agum.

Semakin besar hati usai komunis di Rusia saja sebagai sentral sudah kecil. Ini bisa dibuktikan pada Pemilu lalu, di mana Partai Komunis hanya bisa memperoleh suara 19 persen. Mereka kata Agum sudah pudar. Ini sekaligus membantah apa yang jadi ketakutan Gatot.

Partai Komunis China (PKC). Foto AP
Partai Komunis China (PKC). Foto: AP.

Begitupula halnya dengan China, di mana, mereka justru lebih mengedepankan liberalisme ketimbang komunismenya. Jadi, tak perlu ada yang ditakutkan, kata Agum dari PKI. “Walaupun sekarang mereka baik anak cucu dari para PKI sudah rekonsiliasi. Mereka ada yang jadi anggota DPR, ASN, berdagang, di mana-mana sudah ada. Ini bagus,” katanya.(hops)

Di Terbitkan Pada 29 September 2021 by Prabu Media

data-recalc-dims="1"

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed