SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Kebiasaan Unik Orang Sunda, Punya Nama yang Berulang Hingga Selalu Sedia Lalapan dan Sambal

PRABUMEDIA, TASIKMALAYA – Orang Sunda lekat dengan berbagai stereotipe dan kebiasaan mereka yang unik dan khas. Penasaran pa saja? Yuk, simak artikel berikut selengkapnya!

Suku Sunda atau yang kerap disebut Urang Sunda merupakan kelompok etnis yang berasal dari Jawa Barat. Dilansir dari Kompas, anggota Suku Sunda mencapai 39.701.670 jiwa atau 15,5 persen dari keseluruhan penduduk Indonesia. Diaspora membuat banyak kelompok adat Suku Sunda tersebar di berbagai wilayah di Nusantara. Tak heran, jika kita kerap menemui mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Sopan dan ramah

Ilustrasi orang Sunda. Foto: Unsplash/Visual Karsa
Ilustrasi orang Sunda. Foto: Unsplash/Visual Karsa

Orang Sunda dikenal dengan kebiasaan mereka yang sopan di manapun mereka berada. Tak heran jika kita sering mendengar kata ‘punten‘ dalam keseharian yang berarti ‘permisi’. Bahkan, ada pepatah Sunda yang berbunyi ‘Kudu bisa kabulu kabale’ yang berarti ‘Harus bisa menyesuaikan diri di manapun berada’. Ada pula pepatah ‘Tata titi duduga peryoga‘ yang artinya ‘Menjaga etika dan sopan santun’.

Saking sopan dan ramahnya, sampai timbul anggapan jika orang Sunda tidak kelihatan kalau sedang marah. Bener enggak, sih?

Logat yang khas

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan logat orang Sunda yang khas. Biasanya, orang Sunda identik dengan stereotipe tak bisa mengucapkan huruf ‘F’ dan ‘V’. Katanya sih, mereka mengganti pelafalan tersebut dengan huruf ‘P’. Selain itu, pengucapan huruf ‘B’ dan ‘D’ juga sering kali lesap atau tak terdengar. Misalnya, mengucapkan ‘combro’ jadi ‘comro’.

Ada pula beberapa kata khas yang sering diucapkan orang Sunda, seperti ‘teh’, ‘euy’, ‘atuh’, ‘ceunah’, hingga ‘mah’. Padahal, kata tersebut tak mempunyai arti khusus. Ya contohnya seperti kata seruan, ‘nih’, ‘lah’, ‘sih’ dalam bahasa Indonesia. Hayo, kamu sering ngucapain ‘ceunah’ juga enggak,?

Ilustrasi orang Sunda. Foto: Unsplash
 Ilustrasi orang Sunda. Foto: Unsplash/Tyler Morgan

Humoris

Entah mengapa orang Sunda juga dikenal dengan sisi humoris mereka. Bahkan, banyak komedian ternama yang juga berdarah Sunda, seperti Sule, Uus, hingga Ananda Omesh. Ngabodor atau bercanda tampaknya sudah jadi makanan sehari-hari orang Sunda. Biasanya sih, bercanda bisa dilakukan di mana saja, seperti di warung kopi hingga tongkrongan. Yang penting, salira rumaos ngarasa leuwih hade, sanes sabot sadaya masalahna tos rengse, nanging sabot salira eureun ngahawatirkeun masalah salira.

Selalu sedia lalapan dan sambal

Ilustrasi orang Sunda. Foto: Unsplash/Falaq Lazuardi
Ilustrasi orang Sunda. Foto: Unsplash/Falaq Lazuardi

Kalau mampir ke rumah makan Sunda, kamu pasti akan melihat banyaknya lalapan. Ini juga menjadi salah satu kebiasaan orang Sunda yang khas. Ternyata ada alasannya, loh! Daerah Jawa Barat dikelilingi oleh gunung yang begitu subur dengan berbagai jenis tanaman sayur-mayur. Letak geografis yang jauh dari pantai juga membuat mereka lebih sering makan dengan sayuran dibanding dengan ikan laut.

Selain itu, sambal merupakan salah satu upaya orang Sunda untuk menciptakan pangan yang mampu meningkatkan rasa panas dalam tubuh. Hal ini karena letak geografis Jawa Barat yang kebanyakan berada di dataran tinggi dan bersuhu dingin. Cabai sebagai bahan baku yang mudah didapatkan pun jadi alternatif yang pas.

Selain murah, mudah didapat, menu makanan orang Sunda ternyata menyehatkan loh!

Punya nama yang khas

Nama orang Sunda juga biasanya identik dengan pengulangan kata, seperti Iwa Kustiwa misalnya. Konon katanya, makna dari pengulangan nama melambangkan siklus dan peningkatan dari sesuatu yang baik. Jika namanya Ajat Sudrajat, maka diharapkan derajat orang tersebut bisa berlipat ganda. Intinya sih, nama adalah doa dan harapan baik, ya,?(Hops)

Di Terbitkan Pada 4 Oktober 2021 by Prabu Media

data-recalc-dims="1"

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed