oleh

Kejari TTU Tetapkan Kades Dan Bendahara Makun, Tersangka Kasus Korupsi ADD Tahun 2014-2020

SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Prabumedia, Kefamenanu NTT – Kepala Desa Makun, Kecamatan Biboki Feotleu, kabupaten Timor Tengah Utara- NTT, akhirnya ditahan tim penyidik Kejaksaan Negeri TTU usai ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Desa tahun anggaran 2014 – 2020.

Kepala Desa Makun Matheus Anoit, ditahan bersama Kris Atitus selaku bendahara Desa Makun, yang juga sebagai Ketua Penggerak Program Anggur Merah Desa Makun.

Kedua tersangka dijerat dengan 2 pasal berbeda yakni pasal 12 huruf i UU No 31 tahun 1999 Tindak Pidana Korupsi tentang pertentangan Kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa serta pasal 8 UU No 31 tahun 1991 tentang penggelapan dalam jabatan, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun penjara serta pidana denda paling sedikit Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Kepada wartawan, Kepala Kejari TTU, Robert Jimmy Lambila, SH.,MH, menjelaskan, penetapan tersangka dan penahanan terhadap Kepala Desa Makun dan bendahara desa Makun dilakukan setelah mendapat laporan masyarakat desa Makun ke Kejaksaan Negeri TTU beberapa waktu lalu.

“Berdasarkan laporan tersebut kami melakukan tindakan pengumpulan bukti-bukti berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, alat bukti Surat, bahkan keterangan ahli ” ungkap Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH.,MH., kepada wartawan, rabu (14/10/2021).

Roberth mengatakan, proses penetapan dan penahanan tersangka kepala desa Makun dan bendahara desa Makun berdasarkan surat penetapan tersangka tertanggal 14 Oktober 2021.

Selain itu, lanjut Roberth, proses penyidikan perkara dugaan korupsi dana desa Makun telah dilakukan sejak tanggal 06 Agustus 2021 berdasarkan Sprindik kepala Kejari TTU nomor 303/M.3.12/FP/08/2021 tanggal 13 Agustus 2021.

” Berdasarkan hasil penyidikan dan gelar perkara maka telah ditetapkan MA dan KA sebagai tersangka dalam perkara tersebut, dan terhadap tersangka hari ini pun dilakukan penahanan untuk 20 hari kedepan, ” jelasnya.

Selain menahan tersangka, tambah Roberth, tim penyidik Kejari TTU juga telah melakukan penyitaan uang tunai sebesar Rp. 178.000.000 (seratus tujuh puluh delapan juta rupiah) serta satu unit mobil Daihatsu Terios milik Kepala Desa Makun.

Ia juga memastikan dalam waktu dekat, tim penyidik Kejari TTU secepatnya akan berupaya melengkapi berkas perkara tersebut untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Kupang.

“kami akan terus mengupayakan untuk menelusuri aset-aset milik tersangka yang punya kaitan dengan kejahatan ini untuk dapat memulihkan kerugian keuangan negara akibat dari perbuatan tersebut, ” pungkasnya. (RRI Atambua)

Di Terbitkan Pada 15 Oktober 2021 by Prabu Media

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed