Habib Zein Assegaf: Stop Pengkultusan, Banyak Yang Jual Nama ‘habib’ Demi Duit

Habib Zein Assegaf: Stop Pengkultusan, Banyak Yang Jual Nama ‘habib’ Demi Duit

SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

PRABUMEDIA, JAKARTA – Baru-baru ini, Habib Zein Assegaf  menyampaikan kritikan kerasnya terhadap keturunan Nabi Muhammad SAW yang merasa paling suci dan selalu minta dihormati. Bukan hanya itu, menurut pendapatnya, banyak habib-habib di Indonesia yang kerap menjual statusnya untuk mencari uang.

Disitat melalui video yang viral di media sosial, Habib Zein mengingatkan masyarakat untuk menghentikan pemujaan berlebihan terhadap habib. Sebab, menurutnya, yang terjadi di Indonesia sudah melampaui batas.

“Hentikan pengkultusan habib yang sudah enggak pada tempatnya. Ini sudah melampaui batas, sudah keluar dari jalur Nabi Muhammad SAW,” ujar Habib Zein, dikutip dari facebook groups CeramahGusMuwafiqTerbaruKHAhmadMuwafiqYogyakarta, Rabu 1 Desember 2021.

Habib Bahar bin Smith. Foto: Instagram
Habib Bahar bin Smith. Foto: Instagram

Pada video tersebut, Habib Zein juga turut mengomentari gaya hidup Habib Bahar bin Smith yang terkesan mewah dan penuh pengawalan. Dia berharap, habib-habib lain mampu mengingatkan sosok serupa Bahar Smith untuk mengubah gaya hidupnya.

“Saya minta pada habib-habib yang otaknya masih waras, tolong Anda bicara. Diamnya Anda itu mendukung bejat-bejat ini, yang keluar-masuk kampung untuk nipu orang kampung. Ujung-ujungnya apa? Duit,” ungkapnya.

Habib Zein Assegaf.
 Habib Zein Assegaf.

Banyak yang Jual Nama Habib Demi Duit

Lebih jauh, Habib Zein menjelaskan, banyak keturunan Nabi Muhammad yang menjual nama habib untuk mencari keuntungan pribadi. Bahkan, dia sampai berani berkata, jika tak ada uangnya, masihkah mereka membanggakan status habibnya?

“Cuma modal bahasa Arab, baca buku standar, ngoceh, jual diri dan mengatakan saya keturunan nabi, kalau mau masuk surga cintai saya, ujung-ujungnya minta upeti. Semualah saya tahu, kalau nggak ada duit, nggak ada yang mau jadi habib,” tegasnya.

Sejauh ini, menurut pengamatannya, habib yang benar-benar habib biasanya lebih suka hidup sederhana. Bahkan, seandainya kelebihan harta, mereka pasti akan menyumbangkannya.

“Sekarang mana? Jadi agama sama habib ini dijadikan komoditi untuk cari nafkah, untuk memperbesar harta karun. Katanya ulama gak boleh miskin. Lho, Anda gila harta itu sebenernya termasuk miskin,” kata dia.(hops)

Di Terbitkan Pada 1 Desember 2021 by Prabu Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu?