Segera Dibangun 25 Ribu Rumah Untuk Warga Eks Timor Timur Di NTT Dan 100 Anak Diminta Jokowi Kerja di BUMN

Segera Dibangun 25 Ribu Rumah Untuk Warga Eks Timor Timur Di NTT Dan 100 Anak Diminta Jokowi Kerja di BUMN

SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

PRABUMEDIA, KUPANG – Pemerintah akan membangun 25 ribu unit rumah bagi warga eks Timor Timur segera dibangun di Nusa Tenggara Timur (NTT). Rencana itu diungkapkan Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur Eurico Guterres setelah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.

“Jumlah rumah yang kita usulkan itu ada 52 ribu unit rumah, dengan rincian 27 rumah itu renovasi, 25 ribu itu bangun rumah baru untuk keluarga baru yang masih menumpang sama mertua dan sebagainya,” jelas Eurico kepada wartawan dilansir dari merdeka, Sabtu (4/12).

Ke-25 ribu rumah yang akan dibangun tidak saja untuk warga eks Timor Timur. Warga Nusa Tenggara Timur yang membutuhkan juga boleh memilikinya.

Eurico menjelaskan, Presiden Jokowi juga mengingatkan agar lahan khusus untuk ribuan perumahan aman untuk dibangun. Tidak boleh ada persoalan hukum di kemudian hari.

“Untuk masalah kesejahteraan, Bapak Presiden bilang jangan dulu bicara pemberdayaan ekonomi itu. Tapi kita usahakan tanahnya beres dulu dan rumahnya juga. Setelah semuanya beres, maka pemberdayaan ekonomi itu otomatis akan didorong oleh Bapak Presiden,” jelasnya.


100 Anak Eks Pejuang Timtim Diminta Jokowi Kerja di BUMN

Selain itu Sebanyak 100 anak pejuang eks Timor Timur (Timtim) yang bermukim di Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta Presiden Joko Widodo bekerja di sejumlah BUMN.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Forum Pejuang Timor-Timur (FKPTT) Eurico Guterres, kepada sejumlah wartawan didampingi Plt. Ketua Umum Uni Timor Aswain (Untas) Filomeno J Hornay, Sekjen Untas Florencio Mario Vieira dan Sekjen FKPTT Jode de A. Freitas, disadur dari Kompas, Sabtu (4/12/2021).

Eurico menjelaskan, saat diundang menerima penghargaan bintang jasa utama di Istana Negara pada 12 Agustus lalu, dirinya sempat berbincang dengan Jokowi.

 

Saat itu, ia menyampaikan kondisi kehidupan para pejuang integrasi yang lebih memilih membela NKRI, sehingga langsung ditanggapi oleh presiden.

“Beliau langsung menanggapi dan katanya, ‘ya sudah beri saya 100 putra-putrinya, biar saya dorong ke BUMN-BUMN yang kira-kira membutuhkan’. Saya terharu dengan jawaban beliau,” cerita Eurico, Rabu.

Di hadapan Jokowi, Eurico mempertanyakan mengapa kesempatan itu tak diberikan sejak dulu sehingga putra-putri eks pejuang Timtim tak kebingungan mencari kesejahteraan.

“Pak Presiden menjawab, ‘Tidak apa-apa, saya kan masih tiga tahun lagi, jadi Eurico tolong balik ke sana kasih tahu mereka bawa berkas 100 putra putri ke sini untuk saya putuskan’,” kata Eurico menirukan pesan Jokowi.

Pihak Untas dan FKPTT kemudian mengumpulkan putra-putri eks pejuang Timtim, lengkap dengan berkas mereka masing-masing.

Berkas itu akan dibawa ke Istana Negara dan akan diterima langsung oleh Jokowi.

Eurico sempat diberitahu oleh pihak istana bahwa Jokowi akan menerima pada 25 November lalu.

“Padahal saya punya niat itu sebenarnya ingin bertemu seluruh bupati dan gubernur, untuk ajak bicara terkait persamaan persepsi karena yang dibicarakan bukan hanya warga eks Timor Timur, tapi seluruh warga NTT yang di dalamnya ada warga eks Timor Timur,” jelas Eurico.

Lantaran harus menyerahkan seluruh berkas 100 putra-putri tersebut ke istana, ia pun batal melakukan pertemuan bersama para bupati dan gubernur.

Namun dia menyampaikan kepada gubernur bahwa hasil pertemuan nantinya akan disampaikan secara resmi.

Ia telah mengecek data 100 putra putri eks pejuang Timtim tersebut seperti ijazah, CV, KTP, hingga kesiapan mereka untuk ditempatkan di seluruh Indonesia.

“Berkas-berkas ini diserahkan langsung ke Mensesneg, sehingga satu dua bulan ini anak-anak sudah bisa ditempatkan dimana saja,” ungkap Eurico.

Tugasnya saat ini, kata dia, adalah berkomunikasi dengan mensesneg terkait kelanjutan 100 putra putri tersebut.

Eurico berharap, ke depan putra putri NTT pada umumnya bisa bersaing bukan saja di BUMN, namun di Akpol, Akmil serta IPDN.

“Kami warga eks Timor Timur di Nusantara menyampaikan terima kasih kepada bapak Presiden Joko Widodo, karena selama 22 tahun kami mengharapkan seperti itu tapi baru terjadi saat bapak Presiden Joko Widodo menjadi presiden dua periode,” tuturnya.

“Ini sejarah bagi kami dan kami tidak mungkin melupakan itu. Kita wajib berterima kasih kepada orang yang sudah membantu kita,” imbuhnya.(red)

Di Terbitkan Pada 5 Desember 2021 by Prabu Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu?