Nota Print Out BBM Rusak, Pertamina Pusat Segera Pantau Sistem Kerja Di Setiap Cabang SPBU

Nota Print Out BBM Rusak, Pertamina Pusat Segera Pantau Sistem Kerja Di Setiap Cabang SPBU

SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI


Prabumedia, Kediri Jawa Timur – 
Pertamina merupakan Perusahaan milik Negara (BUMN) dalam pendapatan labanya di seluruh Indonesia.  Tentunya pelayanan kepada masyarakat harus perlu di kontrol ke setiap cabang SPBU Provinsi, Kabupaten / Kota sebab kondisi dilapangan kadang menjadi pertanyaaan kenyamanan saat pengisian  Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hari ini kejadian unik yang harus diperhatikan serius oleh Pertamina pusat. Kejadian aneh ada penemuan keceroboan di salah satu SPBU nomor 54 – 641 – 41 jalan Raya Kujang – Ngancar Wates Kediri, salah satu warga usai melakukan pengisian BBM Pertalite meminta bukti print out kepada petugas yang dikasih hanya nota manual tulis tangan.

” Bahkan di Ssetiap  Cabang SPBU, setelah melakukan pengisian BBM selalu ada alasan yang sama yaituh print out rusak. Ini mennandahkan kinerja kerja Pertamina harus betul – betul di pantau oleh atasannya dan Pemerintah Pusat maupun Daerah di lapangan,” ungkap salah satu warga usai melakukan pengisian BBM dengan nada kesal.

Pantauan media, Imam selaku petugas Pertamina menyampaikan bahwa print sudah satu tahun rusak sampai saat ini belom ada tanggapan Pertamina pusat. Sebagai petugas tentu menjalankan sesuai tupoksi kerja.

“Print out BBM khusus Pertalite sudah rusak satu tahun, sudah dilaporkan ke pusat belom ada respon sama sekali,” jelasnya kepada awak media, Minggu 09 – Januari – 2022.

Kesempatan yang sama  Kepala Mandor SPBU Mas Hendri, menyampaikan bahwa rusaknya print out dikarenakan mesin  EDC atau perangkat pelengkap kasirnya masih rusak. Sehingga nota print outnya tidak keluar.

“Sistem server sudah di pompa dan sudah di vitalisasi dari Pertamina, kendalanya EDCnya rusak. Jadi kalo servernya rusak tidak bisa keluarkan nota perint,” ungkap Hendri selaku kepala mandor SPBU Cabang Wates.

Lebih lanjut, Hendri menjelaskan pihaknya sudah melaporkan ke Pertamina pusat, sampai saat ini belom ada kabar kapan di ganti EDCnya.

“Kita sudah kirim data dan menunggu Pertamina cabang Kediri merespon, hanya sampai saat ini belom terealisasi,” jelasnya dengan nada kesal.

Kepala mandor itu menyampaikan terakhir dilaporkan bulan November 2021 kemarin bahkan mengirim data belom ada tanggapan serius dari Pertamina pusat.

Ia juga  berharap untuk pengadaan EDC yang utama, masalahnya sudah terdigitalisasi. Dan berharap kepada Pertamina pusat kalo EDCnya rusak segera ditangani demi kenyaman pelanggan.

” kita berharap ya, kalo memang Pertamina sudah membuat program Digitalisasi ya kita siap untuk menjalankan cuman ya peralatan bisa diperbaiki atau diganti biar lancar,”tutup Hendri.

Damian/Kabiro Kota Malang

 

 

 

Di Terbitkan Pada 9 Januari 2022 by Prabu Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu?