oleh

OMK Paroki Santo Agustinus Fatubenao Gelar Penghijauan Di Area Patung Bunda Maria Segala Bangsa

SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN DISINI:
Listen to this article
Foto Saat Beberapa OMK Santo Agustinus Fatubenao Sementara Melakukan Penanaman Anakan Pohon Tabebuya Kuning Di Area Lokasi Patung Bunda Maria Segala Bangsa Kakuluk Mesak Belu-NTT, Sabtu 22/01/2021

Prabumedia, Belu NTT – Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Agustinus Fatubenao melakukan penghijauan dengan menanam kurang lebih 150 anakan pohon Tabebuya Kuning di sekitaran area Patung Bunda Maria teluk gurita Atapupu Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu, 22/01/2022.

Kordinator Lapangan (Korlab) Robert kepada awak media menguraikan bahwa penghijauan penanaman ini bertujuan untuk mengindahkan dan mencegah tanah longsor di sekitaran Patung Bunda Maria teluk gurita Atapupu. Kegiatan penanaman dimulai sekira pukul 11.30 sampai dengan selesai 13.00 wita.

“Penanaman ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya longsor sekaligus mengindahkan sekitaran Patung Bunda Maria. Muda-mudahan apa yang kami tanam hari ini, suatu waktu akan tumbuh dengan baik,” jelasnya.

Robert mengharapkan adanya peran aktif dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk dapat terlibat karena Patung ini merupakan aset wisata Rohani yang ada di kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur.

Meski belum dibuka secara resmi para pengunjung dari luar Kabupaten terus berdatangan ke obyek wisata Rohani. Terlihat hari ini ada beberapa pengunjung dari kabupaten TTU yang datang berziarah ke Patung Bunda Maria Segala Bangsa, mereka datang Berziarah  sekaligus melihat indahnya pesisir pantai Atapupu.

Linda salah satu pengunjung saat di wawancarai mengatakan bahwa kehadiran mereka di area lokasi Patung Bunda Maria untuk Berziarah dan merayakan ulang tahun beberapa anak.

“Kami datang ke sini kurang lebih tiga puluhan orang dalam satu Bus. Tujuan kami datang ke sini adalah untuk Berziarah dan merayakan ulang tahun beberapa anak kami dalam bulan januari,” ungkap Linda sala satu penjung wisata Rohani.

Ia juga mengharapkan agar obyek wisata ini selalu dijaga dan dipelihara.
“Harapan kami tempat ini selalu dipelihara dan dijaga sehingga keindahannya tetap terjaga.” tutupnya
(Anton Mau/Lau Kaza)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.