oleh

Beredar Narasi Menag Minta Dana Haji Untuk IKN, Kakanwil Pdt. Amsal Yowei Bilang Begini

SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN DISINI:
Listen to this article
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei

Prabumedia, Jayapura — Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei sangat menyesalkan terkait beredarnya berita bohong (hoax) yang menarasikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membatalkan pemberangkatan haji 1443 H/2022 M dan meminta masyarakat agar mengikhlaskan dana haji dipakai Pemerintah untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Kakanwil mengatakan bahwa Undang Undang No 34 Tahun 2014 menjelaskan tentang Pengelolaan Keuangan Haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kemudian ditahun 2018, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 05 Tahun 2018 yang mana peraturan ini mengatur tentang pelaksanaan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Artinya sejak saat itu, dana haji telah dialihkan sepenuhnya ke BPKH.

“Saya pikir sudah sangat jelas jika Kemenag sudah tidak lagi mempunyai tugas dalam mengelola dana haji. Berita yang mengatasnamakan Menag Yaqut Cholil Qoumas tersebut sangatlah tidak terpuji tapi juga ini suatu fitnah yang sangat-sangat menyesatkan masyarakat sebab menyebabkan kegaduhan nantinya,” ungkap Kakanwil, Senin (09/05/2022) di ruang kerjanya.

Pdt. Amsal juga menilai narasi bohong tersebut merupakan strategi oknum tertentu untuk membatalkan pelaksanaan haji yang tengah disiapkan oleh Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa persiapan pemberangkatan haji tinggal menghitung hari. Sehingga ia meminta agar masyarakat Papua khususnya calon jamaah haji supaya tetap tenang dan mempersiapkan diri untuk keberangkatan nanti.

“Ironis sekali, berita bohong itu juga berkebalikan dengan fakta kita justru sedang sibuk menyiapkan pelaksanaan penyelenggaraan haji tahun 1443 H/2022 M,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kakanwil mengajak segenap masyarakat khususnya di Papua agar senantiasa dapat memahami isi berita dengan bijak, tenang, serta dapat turut serta melawan segala pemberitaan bohong yang beredar dengan bersama-sama berperan aktif dalam meluruskan dan meneruskan informasi yang telah dibuat.

Kakanwil juga mengajak kepada seluruh keluarga besar Kemenag Papua untuk dapat bersama-sama menjaga marwah lembaga dari hal-hal yang merusak dan menciderai citra positif nama lembaga.

“Saya mengajak seluruh jajaran, khususnya pejabat administrator terkait, juga para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kota hingga Kepala KUA dan penyuluh agama Islam untuk melawan berita bohong yang menyesatkan dan bahkan bisa membahayakan itu,” ungkap Kakanwil.

BACA JUGA:

Rektor Universitas Cenderawasih, Menilai Ruang Dialog Solusi Terbaik Tangani Konflik Papua

Selain itu, orang nomor satu di Kementerian Agama Provinsi Papua ini juga mengajak pejabat terkait dan seluruh jajaran yang menangani haji untuk terus meningkatkan kesiapan penyelenggaraan haji yang notabene tinggal menghitung hari.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kakanwil menyatakan rasa syukurnya bahwa setelah 2 tahun pemberangkatan haji tertunda pandemic COVID-19, selanjutnya pemberangkatan dapat dilaksanakan pada tahun 2022 M. “Untuk wilayah kita di Provinsi Papua mendapat kuota sebanyak 488 jemaah haji, yang sekalipun tidak seperti sebelumnya, tetapi ini hasil doa dan kerja keras kita bersama. Kita harus bekerja cepat menangani persoalan haji ini dan bekerja tepat agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik nanti,” demikian ditegaskan Kakanwil.

Sejalan dengan itu Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua H. Musa Narwawan menjelaskan bahwa persiapan haji mencapai 95 persenan. Mengacu beberapa dokumen ia menjelaskan bahwa besaran biaya perjalanan ibadah haji untuk jemaah haji tahun 1443 H/2022 M embarkasi Makassar Rp. 42.686.506, 00.

Sesuai revisi Rencana Pemberangkatan Haji 1443 H/2022 M, imbuhnya, jemaah haji dijadwalkan masuk asrama haji mulai 3 Juni 2022. Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air mulai 4 Juni 2022 dan gelombang II mulai 19 Juni 2022. Masa operasional pemberangkatan dan pemulangan selama 30 hari dengan gelombang I dan gelombang II masing-masing 15 hari. Masa tinggal jemaah haji di Arab Saudi paling lama 42 hari.

(Andi/Dewi/Jefry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.