oleh

Ribuan Keluarga Di Kupang Masih Tinggal Dirumah Tidak Layak Huni

SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN DISINI:
Listen to this article
Salah satu rumah tidak layak huni di kota Kupang RT 04/l RW 10 Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang (Foto Sergap)

PRABUMEDIA, KUPANG – Pemerintah Kota Kupang menyebutkan sedikitnya 3.000 kepala keluarga (KK) di wilayahnya menempati rumah tidak layak huni. Jumlah KK itu merupakan keluarga tidak mampu.

“Masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni masih cukup banyak di Kota Kupang,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang, Cornelis Beni Sain di Kupang, Jumat 13 Mei.

Dia menyebutkan, 3.000 KK itu menjadi target pemerintah untuk dibangunkan rumah layak huni. Menurut dia, pembangunan itu bagian dari program Pemkot Kupang bernama bantuan stimulan penyedia rumah swadaya.

Beni Sain menambahkan, adanya program bantuan stimulan penyedia rumah swadaya dilatarbelakangi oleh visi Wali Kota Kupang periode 2017-2022.

Adapun visi itu yakni terwujudnya Kota Kupang yang layak huni, cerdas, mandiri dan sejahtera dengan tata kelola bebas KKN dalam misi menyediakan ruang kota yang aman, produktif dan berkelanjutan.

Dia menuturkan, melalui gagasan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore itu sebanyak 3.000 kepala keluarga di Kota Kupang yang masih tinggal di rumah yang tidak layak huni.

“Ribuan warga itu membutuhkan perhatian pemerintah, sehingga diharapkan program ini bisa terus berlanjut agar makin banyak warga kurang mampu yang dibantu dan memiliki rumah yang layak huni,” kata Beni Sain.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Alak, Yonathan Penu mengapresiasi terobosan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore yang telah membangun ribuan rumah layak huni bagi warga tidak mampu.

Yonathan Penu juga memberi apresiasi yang tinggi pada program penerangan jalan dan penyediaan air bersih SPAM Kali Dendeng yang kini mulai dinikmati warga.

Menurutnya, bantuan-bantuan ini akan terus melekat di hati masyarakat dan memberikan harapan kepada masyarakat untuk percaya kepada pemimpin yang memiliki integritas dan memperjuangkan keadilan bagi seluruh warganya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur telah membangun 249 unit rumah bantuan stimulan penyedia rumah swadaya bagi warga tidak mampu.

“Pada 2022 ini pemerintah Kota Kupang membangun 2022 unit rumah. Pemerintah sudah melakukan sosialisasi penyaluran bantuan mulai Kamis (12/5),” kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Antara di Kupang, Jumat, (13/5/2022).

Ia mengatakan rumah yang dibangun dengan dukungan gabungan dana alokasi khusus pemerintah pusat dengan APBD Kota Kupang itu akan dibangun di delapan kelurahan di Kota Kupang.

Delapan kelurahan itu yakni Kelurahan Penfui 25 unit, Kelurahan Oebobo 20 unit, Kelurahan Kuanino 15 unit, Kelurahan Airnona 32 unit, Kelurahan Oesapa 40 unit, Kelurahan Lasiana 30 unit, Kelurahan Pasir Panjang medapat 17 unit dan Kelurahan Alak 70 unit.

Menurutnya dalam program ini pemerintah tidak hanya sekedar membangun rumah, namun juga melengkapi rumah-rumah itu dengan sejumlah perabot rumah tangga seperti kursi, meja dan tempat tidur serta kasur.

Dia mengatakan jumlah bantuan rumah swadaya untuk wilayah Kelurahan Alak jauh lebih banyak dari kelurahan lain karena Pemkot Kupang menilai kelurahan tersebut membutuhkan perhatian lebih karena wilayahnya yang luas dan jumlah penduduknya yang padat.

Diakuinya program bantuan stimulan penyedia rumah swadaya ini memiliki syarat yang lebih berat salah satunya adalah penerima wajib memiliki dasar hak rumah.

Menurut Wali Kota Jefri Riwu Kore masih banyak warga di ibu kota Provinsi NTT yang masih tinggal atau menumpang pada tanah milik orang.

Ia berharap proses pembangunan 249 unit rumah itu sudah selesai dibangun pada Desember 2022 mendatang.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang, Cornelis Beni Sain menyebutkan program bantuan stimulan penyedia rumah swadaya ini sudah berlangsung sejak tahun 2018 lalu.

Hingga tahun 2022 rumah yang telah dibangun melalui bantuan program tersebut mencapai 762 unit.

Ia mengatakan apabila ditambah dengan program bedah rumah yang didanai APBD Kota Kupang maka total rumah yang dibangun untuk warga tidak mampu sudah mencapai 1.043 unit.(tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.