Rekonstruksi Kasus Mayat Terbungkus Karung dan Dibuang ke Kali, Polisi Sebut Pelaku Sakit Hati

SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN DISINI:
Listen to this article

Di Terbitkan 2 Juli 2022 by Prabu Media

Rekonstruksi Kasus Mayat Terbungkus Karung dan Dibuang ke Kali

PRABUMEDIA, JAKARTA – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pria yang mayatnya terbungkus karung dan dibuang ke Kali Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (30/6/2022).

Reka adegan kasus pembunuhan tragis ini polisi menghadirkan langsung tersangka MRIA (21 tahun).

“Rekonstruksi kasus pembunuhan sudah dilaksanakan dengan 21 adegan,” ungkap Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Dimitri Mahendra kepada wartawan di lokasi.

Berdasarkan hasil rekonstruksi tersebut, terbukti pelaku menjalankan aksinya seorang diri. Pelaku membunuh hingga membuang mayat ke Kali Pesanggrahan seorang diri.

“Murni pelaku tunggal,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan motif pembunuhan karena sakit hati.

“Tersangka marah karena sering mengalami kekerasan. Korban sering datang ke mess untuk menginap. Sehari-hari korban sering berlaku kasar terhadap tersangka,” ujar Kombes Zulpan kepada wartawan.

Ilustrasi

BACA JUGA:

Kafe Infinite,TKP Pembunuhan Alm. Marlanth Usmani Tak Jadi Tempat Rekonstruksi, Istri Korban Ungkap Keanehan

Sebelumnya diberitakan, pria tanpa identitas ditemukan mengambang di aliran Kali Pesanggrahan pada Selasa (28/6/2022).Saat ditemukan, jasad korban terbungkus di dalam karung.

Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Rano mengatakan, jasad korban ditemukan pada Selasa sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, Rano dan keempat temannya sedang mengangkut sampah yang berada di tepi Kali Pesanggrahan.

“Saya sedang operasikan alat berat (backhoe) ini, kerja di sampah, semua sampah saya keruk. Saat sampah diangkat, teman saya lihat di dalam karung itu ada mayat. Badannya sudah setengah keliatan,” kata Rano kepada awak media di lokasi, Selasa.

Rano mengaku saat itu sempat kaget. Dia lalu kembali melepas sampah yang sebelumnya dikeruk menggunakan backhoe. Rano dan keempat teman kerjanya kemudian memastikan jasad yang terbungkus karung itu sebelum akhirnya melapor kepada pengawas.

“Tidak lama kami koordinasi sama pengawas kami di sini, baru pengawas kami kontak pihak kepolisian. Baru setelah itu (dibuka) tim inafis dan forensik,” ucap Rano.

BACA JUGA:

Jual Sabu, Pasutri Pasrah Nginap di Hotel Prodeo Polres Tanjungbalai

Rano mengaku tidak melihat secara jelas saat polisi mengidentifikasi jenazah korban.

Namun, terlihat ada batu besar di dalam karung, diduga untuk menenggelamkan jasad korban. “Posisi korban ditutupi pakai karung. Ada dua karung dari atas (kepala) dan bawah (kaki). Itu (karungnya) diikat dan kayaknya dikasih pemberat kaya batu besar,” ucap Rano.

“Kalau ada luka atau tidak, saya tidak tahu persis, karena ditutupi pakai karung. Saat karung dibuka, dihalangi tim inafis, pakai tikar gitu, jadi enggak bisa lihat jelas,” sambung Rano.(PMJ)

Tinggalkan Balasan

SALAM HORMAT  
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu?
%d blogger menyukai ini: