Pergerakan Anggota Muda IAKMI NTT Laksanakan Bakti Sosial dan Minilokakarya di Desa Otan

SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN DISINI:
Listen to this article

Di Terbitkan 7 Agustus 2022 by Prabu Media

PRABUMEDIA,NTT. – PAMI NTT (Pergerakan Anggota Muda IAKMI Nusa Tenggara Timur) melaksanakan kegiatan Bakti sosial dan mini lokakarya tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Bakti Sosial berlangsung pada pukul 09.00-11.00 siang. Jumat ( 05/08/2022).

Pembersihan dilakukan di lingkungan kantor Desa Otan, Gereja Getsemani Otan dan di jalan-jalan sekitar kantor desa. Adapun, mini lokakarya dilaksanakan pada sore hari tepatnya pukul 16.00 sampai pukul 18.30 WITA bertempat di gedung gereja Getsemani Otan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Puskesmas Uitao, perwakilan pemerintah Desa Otan, Ketua Majelis Gereja Getsemani Otan, dan tokoh-tokoh masyarakat. Kegiatan diawali dengan seremonial, pemaparan hasil Survei STBM oleh ketua stering dan ketua PAMI Daerah NTT, dilanjutkan dengan pemaparan materi 5 pilar STBM, kemudian diakhiri dengan sesi ramah-tamah bersama masyarakat yang mengikuti kegiatan.

BACA JUGA :

Presiden RI Joko Widodo Resmikan Sistem Penyediaan Air Minum Wae Mese ll Di Manggarai Barat – NTT

 

Ratusan Rider NTT dan Timor Leste Siap Bersaing Rebut Hadiah Tiga Unit Sepeda Motor

Christine Salverari Gospa selaku ketua PAMI NTT menuturkan mini lokakarya ini merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan bersama masyarakat untuk mendengarkan bersama laporan hasil survei mengenai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang telah dilaksanakan pada tanggal 01-04 Agustus 2022. Melalui kegiatan ini masyarakat mendapatkan informasi terbaru terkait dengan keadaan sanitasi yang ada di lingkungan masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengetahui permasalahan yang ada dan menentukan alternatif solusi dari permasalahan yang ada dan dapat memberikan informasi lebih kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan STBM.

“Saya berharap untuk Organisasi PAMI NTT kedepannya dapat melakukan kegiatan- kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dapat memberikan alternatif terbaik terkait dengan permasalahan kesehatan yang ada dan diharapkan agar lebih peka lagi dengan keadaan sekitar dan permasalahan kesehatan yang terjadi” papar ketua PAMI daerah NTT.

“Manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat di Desa Otan yaitu masyarakat mendapatkan gambaran informasi terbaru terkait perkembangan 5 pilar STBM yang sudah diterapkan dilingkungan masyarakat, sehingga masyarakat dapat menentukan alternatif solusi yang efektif yang dapat di terapkan berdasarkan hasil kegiatan mini lokakarya dan penyuluhan 5 pilar STBM. Harapan saya semoga dengan pegadaan kegiatan mini lokakarya dan penyuluhan Sanitasi Terpadu Berbasis Masyarakat(STBM), masyarakat di Desa Otan menjadi lebih memahami terkait pentingnya kesadaran dan efek jangka panjang dari penerapan 5 pilar STBM terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Desa Otan, Kecamatan Semau ” ucap Yogi M. Hahar selaku ketua Panitia Pelaksana PAMI Tour.

Yance djede sebagai Perwakilan Puskesmas Uitao menjelaskan bahwa “Lewat kegiatan min ilokakarya masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang 5 pilar STBM dan ternyata masih ada masyarakat yang belum cuci tangan pakai sabun karena kebiasaan, masyarakat masih menggunakan air hujan sebagai air minum sehingga akan berdampak pada kesehatan masyarakat jika tidak diolah dengan benar, pengolahan air limbah belum maksimal. Air limbah yang langsung disiram begitu saja akan memberi dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Selain itu, puskesmas bisa menjadikan hasil survei ini sebagai acuan untuk ditindak lanjuti kedepannya” tambahnya.

Simeat Sloin selaku kepala seksi pemerintahan di Desa Otan mengungkapkan bahwa “hasil survei yang dipaparkan dalam mini lokakarya tadi dapat dijadikan pedoman dalam upaya dan kerja keras bersama lintas sektor misalnya puskesmas (Uitao) dan gereja (Getsemani Uitao) untuk mencapai tujuan besar bersama seperti mencapai derajat kesehatan masyarakat yang baik.
Simeat juga menuturkan sewaktu diwawancarai bahwa Lewat Minilokakarya masyarakat jadi tahu bagaimana berperilaku yang baik untuk menjaga kesehatannya. Contohnya masyarakat sudah punya jamban tetapi bagaimana perilaku penggunaan jamban yang tepat dan benar itu bisa diterapkan. Harapan besar kami semua yang telah disampaikan itu bisa diserap dan dapat dimengerti serta yang terpenting masyarakat dapat menerapkannya sesuai dengan tujuan Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia.
( * Mau *)

Tinggalkan Balasan

SALAM HORMAT  
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu?
%d blogger menyukai ini: