Kejari Lembata Tetapkan Tersangka Kasus Puskesmas Wowon dan Bean

SELAMAT DATANG DI PRABU MEDIA 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN DISINI:
Listen to this article

Di Terbitkan 22 September 2022 by Prabu Media

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lembata, Azrijal, SH MH saat konferensi pers di Kantor Kejaksaan Negeri Lembata

PRABUMEDIA, LEWOLEBA – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lembata, Azrijal, SH MH mengumumkan penetapan tersangka kasus Puskesmas Wowon di Balauring Kecamatan Omesuri dan Puskesmas Bean di Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selain menetapkan sebagai tersangka, Kajari Lembata juga menyebutkan tersangka atas nama PKTM, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) langsung ditahan di Rutan Lapas Kelas lll Lewoleba , Lembata, pada kamis, 22/9/2022.

Kepala Kejaksaan Negeri Lembata, Azrijal, SH MH kepada Wartawan saat menggelar konperensi Pers di Kantor Kejaksaan Negeri Lembata menjelaskan Perkembangan Penyidikan Perkara Tindak Pidana Korupsi terdapat Pembangunan Puskesmas Balauring di Wowon Kabupaten Lembata Tahun 2019.

“Tersangka PKTM, siap ditahan di Rutan Lapas Lembata.” Pungkas Kajari Lembata.

Menurut Azrijal, pada tahun 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata terdapat Pembangunan Puskesmas Balauring di Wowon dengan pagu anggaran sebesar Rp.6.000.000.000.000,- (enam milyar rupiah), sumber anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang telah tertuang dalam APBD Kabupaten Lembata Tahun 2019.

“Bahwa nilai kontrak yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga sebesar Rp.5.944.072.471, berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja tanggal 12 juli 2019 waktu penyelesaian selama 150 hari kalender atau 5 bulan dan pekerjaan sudah harus selesai pada tanggal 09 Desember 2019.” jelas Azrijal.

“Dalam pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Puskesmas Balauring di Wowon pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2019 terjadi 10 kali addendum penambahan waktu.
Oleh karena Itu yang bersangkutan sebagai PPK resmi di tahan Kejaksaan Negeri Lembata selama 20 hari terhitung sejak hari ini,”Tutur Azrijal Kejari Lembata menambahkan.

Selain itu Kajari juga menjelaskan sejumlah alasan yang mengakibatkan Kasus tersebut terkesan memakan waktu proses hingga penetapan tersangka.

“Untuk menetapkan tersangka di perlukan asas kehati hatian, sebab objek praperadilan saat ini adalah penetapan tersangka.”Ujarnya.

“Masyarakat banyak yang mengira kasus ini sudah hilang, iya kan?, tapi yakinlah kita akan bekerja terus. kita akan terus menjaga kepercayaan masyarakat.” Ujar Azrijal mengakhiri. (RH)

Tinggalkan Balasan

SALAM HORMAT  
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu?
%d blogger menyukai ini: